Mirabina L. Azzahra
Mirabina L. Azzahra Mahasiswa

Gadis yang menyukai jalan-jalan, kuliner, fotografi dan Pop-punk

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN

"Menghadapi Kehidupan Setelah Lebaran: Membangun Kembali Rutinitas dengan Semangat Baru"

3 April 2025   23:10 Diperbarui: 3 April 2025   23:10 155
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
"Menghadapi Kehidupan Setelah Lebaran: Membangun Kembali Rutinitas dengan Semangat Baru"
Potret mengawali hari setelah lebaran (Sumber: Meta AI)

Tak terasa hari ini hari ke-3 setelah lebaran. Rasanya, momen-momen indah bersama keluarga, sahur bersama, berbuka puasa bersama, dan tentu saja, makanan khas Lebaran, semua terasa begitu cepat. Hari-hari penuh hikmah di bulan Ramadhan kini telah berganti dengan rutinitas yang biasa. Tapi, bukankah itu yang paling menantang? Menghadapi kehidupan setelah Lebaran, di mana kita harus kembali ke keseharian, namun dengan semangat dan kebiasaan baru yang terbentuk selama Ramadhan.

Bagi saya pribadi, Lebaran selalu membawa dua perasaan yang berbeda: kebahagiaan dan sedikit "kecemasan". Kebahagiaan karena bisa berkumpul dengan keluarga besar, merayakan kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa, dan tentu saja, merasakan kelezatan hidangan Lebaran yang selalu ditunggu. Namun, kecemasan itu datang begitu Ramadhan berakhir---momen penuh keberkahan itu tiba-tiba lenyap, dan kita harus kembali menghadapi kenyataan rutinitas yang bisa terasa monoton.

Namun, saya belajar bahwa momen pasca-Lebaran bukanlah saat yang buruk. Sebaliknya, ini adalah kesempatan emas untuk memperbaharui semangat dan memulai kembali segala aktivitas dengan lebih bijak.

1. Menyambut Hari-Hari Pasca Lebaran dengan Semangat Baru

Setelah sebulan penuh berusaha lebih disiplin dan menjaga diri, saya merasa banyak kebiasaan baik yang terbentuk selama Ramadhan. Dari mulai bangun pagi untuk sahur, mengatur waktu lebih teratur untuk ibadah, hingga menjaga pola makan yang lebih sehat, semuanya memberi dampak positif. Nah, tantangannya adalah bagaimana menjaga semua itu setelah Lebaran.

Biasanya, begitu Lebaran selesai, saya merasa sedikit "kebingungan." Tidak ada lagi alarm sahur yang membangunkan saya pukul 3 pagi. Tidak ada lagi waktu khusus untuk beribadah seperti saat Ramadhan. Tapi, alih-alih kembali ke rutinitas lama, saya memutuskan untuk menjaga semangat yang telah terbentuk selama Ramadhan dengan mengadaptasi beberapa kebiasaan tersebut.

Misalnya, meskipun sahur sudah tidak ada lagi, saya tetap menjaga kebiasaan bangun lebih pagi. Mungkin tidak sahur lagi, tapi saya bisa gunakan waktu pagi untuk berdoa, membaca Al-Qur'an, atau sekedar merenung tentang kehidupan. Mengubah rutinitas ini memang tidak mudah, tapi saya merasa lebih produktif dan memiliki ketenangan saat memulai hari.

2. Menjaga Kebiasaan Baik yang Terbentuk di Bulan Ramadhan

Salah satu hal yang paling saya syukuri setelah Ramadhan adalah kebiasaan menjaga pola makan. Selama sebulan penuh kita diajarkan untuk makan lebih teratur dan lebih bijak---sahur dengan makanan yang sehat, berbuka dengan takjil yang cukup, dan menjaga porsi makanan agar tidak berlebihan. Kebiasaan ini membantu saya menjaga tubuh tetap sehat.

Setelah Lebaran, meski godaan makanan lebih melimpah, saya berusaha untuk tetap menjaga pola makan tersebut. Saya masih berusaha untuk makan lebih sedikit di malam hari, tidak berlebihan dengan camilan, dan tetap menjaga asupan gizi. Memang, di awal-awal Lebaran, saya agak terbuai dengan banyaknya hidangan enak yang ditawarkan, tetapi setelah beberapa hari, saya mulai kembali ke pola makan yang lebih sehat dan seimbang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

Nunggu Bedug Makin Seru di Bukber Kompasianer

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.

Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun