Lebaran di Rumah Baru, Saat Kesederhanaan Justru Jadi Kebahagiaan
Alhamdulillah, Lebaran tahun ini menjadi momen yang sangat spesial bagi kami karena untuk pertama kalinya, kami merayakannya di rumah baru.
Rumah ini adalah hasil dari usaha menabung selama bertahun-tahun, mengingat harga rumah di Surabaya yang cukup tinggi.
Perjalanan menuju kepemilikan rumah ini bukanlah sesuatu yang mudah, tetapi dengan kesabaran dan disiplin finansial, akhirnya impian tersebut dapat terwujud.
Kami melalui berbagai tantangan dalam mengumpulkan dana, mulai dari menekan pengeluaran sehari-hari hingga menyesuaikan gaya hidup agar lebih hemat.
Namun, semua perjuangan itu terasa terbayar ketika kami bisa merasakan suasana Lebaran yang berbeda di tempat yang benar-benar menjadi milik kami sendiri.
Perjalanan Panjang Menuju Rumah Baru
Sejak awal, memiliki rumah sendiri merupakan impian yang selalu kami upayakan.
Harga properti di kota besar seperti Surabaya terus meningkat dari tahun ke tahun, membuat kami harus berpikir matang dalam mengatur keuangan.
Kami mulai dengan menabung sedikit demi sedikit, mengurangi pengeluaran yang tidak terlalu penting, serta mencari sumber pendapatan tambahan agar rencana memiliki rumah dapat terwujud lebih cepat.
Tidak jarang kami harus menahan diri untuk tidak menghabiskan uang untuk hal-hal yang bersifat konsumtif, seperti membeli gadget terbaru atau sering makan di luar.
Proses pencarian rumah pun tidak mudah. Kami harus melakukan survei ke berbagai lokasi, mempertimbangkan aksesibilitas, lingkungan, serta harga yang sesuai dengan anggaran.
Ada banyak pilihan, tetapi tidak semuanya cocok dengan kebutuhan dan kemampuan finansial kami.
Setelah melalui berbagai pertimbangan dan diskusi panjang, akhirnya kami menemukan rumah yang sesuai dengan impian kami.
Momen itu menjadi salah satu yang paling membahagiakan dalam hidup kami, karena akhirnya kami bisa memiliki tempat tinggal yang benar-benar kami miliki, bukan lagi rumah sewaan.
Kesederhanaan dalam Perayaan Lebaran
Meskipun tinggal di rumah baru memberikan kebahagiaan tersendiri, perayaan Lebaran tahun ini terasa lebih sederhana dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Biasanya, kami memang tidak terlalu fokus pada pembelian pakaian atau sandal baru saat Lebaran. Namun, tahun ini, kesederhanaan itu semakin terasa karena kondisi finansial yang cukup terkuras untuk pembelian rumah. Oleh karena itu, kami memilih untuk lebih bijak dalam mengelola pengeluaran.
Kami mulai dengan menyusun anggaran khusus untuk Lebaran, memastikan bahwa setiap pengeluaran benar-benar diprioritaskan untuk hal-hal yang paling penting.
Jika sebelumnya kami masih bisa mengalokasikan dana untuk membeli berbagai keperluan Lebaran secara lebih leluasa, kali ini kami harus lebih selektif.
Kami memilih untuk tidak membeli barang-barang yang sebenarnya masih bisa digunakan dari tahun sebelumnya.
Keputusan ini tentu saja bukan hal yang mudah, terutama saat melihat berbagai promosi dan diskon menarik di pusat perbelanjaan.
Namun, kami tetap berpegang pada prinsip bahwa membeli rumah adalah prioritas utama kami saat ini.
Salah satu bentuk efisiensi finansial yang kami lakukan adalah mengurangi anggaran untuk perjalanan liburan.
Jika sebelumnya kami kerap bepergian jauh, seperti keluar provinsi untuk merayakan Lebaran dan berlibur, kali ini kami memilih untuk tetap berada di dalam wilayah Jawa Timur.
Keputusan ini bukan hanya demi menjaga kestabilan finansial, tetapi juga untuk menikmati waktu berkualitas bersama keluarga di rumah baru.
Kami menyadari bahwa kebahagiaan tidak selalu berasal dari perjalanan jauh atau tempat-tempat wisata yang ramai.
Justru, menghabiskan waktu di rumah baru memberikan pengalaman yang berbeda. Kami bisa menikmati setiap sudut rumah, mengenal lingkungan sekitar, serta mengundang keluarga dan sahabat untuk datang berkunjung.
Momen Kebersamaan di Rumah Baru
Tinggal di rumah baru memberikan sensasi yang unik, terutama di momen-momen penting seperti Lebaran.
Suasana berbeda langsung terasa sejak pagi, ketika kami melaksanakan salat Idulfitri di masjid dekat rumah.
Bertemu dengan tetangga baru, berkenalan dengan masyarakat sekitar, dan merasakan kehangatan suasana kampung menjadi pengalaman yang menyenangkan.
Setelah pulang dari salat Id, kami berkumpul di ruang keluarga, menikmati hidangan khas Lebaran yang sederhana tetapi penuh makna.
Momen berkumpul di rumah baru juga menjadi kesempatan untuk berbagi cerita tentang perjuangan kami dalam mendapatkan rumah ini.
Keluarga dan kerabat yang datang berkunjung turut memberikan selamat dan doa agar rumah ini membawa keberkahan.
Kami pun merasa semakin bersyukur atas pencapaian ini, menyadari bahwa setiap usaha dan pengorbanan yang telah kami lakukan benar-benar memberikan hasil yang membahagiakan.
Prioritas dalam Pengeluaran Lebaran
Meskipun melakukan penghematan dalam beberapa aspek, kami tetap berkomitmen untuk memenuhi kewajiban utama dalam perayaan Lebaran.
Salah satunya adalah menunaikan zakat maal, yang merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah mencapai nisab.
Selain itu, kami juga tetap memberikan uang Lebaran kepada orang tua sebagai bentuk bakti dan rasa syukur atas segala doa dan dukungan mereka selama ini.
Kami menyadari bahwa pengelolaan keuangan yang baik bukan hanya tentang menabung dan menghemat, tetapi juga tentang tetap berbagi kepada mereka yang membutuhkan.
Oleh karena itu, meskipun kami harus mengurangi pengeluaran dalam beberapa hal, kami memastikan bahwa kewajiban sosial tetap terpenuhi.
Dengan cara ini, kami berharap rezeki yang kami miliki semakin berkah dan bermanfaat bagi banyak orang.
Makna Lebaran di Rumah Baru
Lebaran kali ini memberikan pelajaran berharga bahwa kebahagiaan tidak selalu diukur dari kemewahan.
Menempati rumah baru setelah perjuangan panjang adalah kebahagiaan tersendiri, dan perayaan yang lebih sederhana justru membuat kami lebih memahami esensi sebenarnya dari Hari Raya.
Ini adalah momen untuk bersyukur, berkumpul dengan keluarga, dan merayakan kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah Ramadan.
Dengan kesederhanaan ini, kami belajar bahwa pengelolaan finansial yang baik akan memberikan manfaat jangka panjang.
Meskipun ada pengorbanan dalam beberapa aspek, kebahagiaan yang kami rasakan jauh lebih bermakna.
Semoga Lebaran tahun-tahun berikutnya tetap penuh keberkahan, dengan keseimbangan antara kebahagiaan dunia dan keberkahan akhirat.
Lebaran di rumah baru bukan hanya tentang tempat tinggal yang berubah, tetapi juga tentang perjalanan panjang yang penuh dengan pelajaran.
Ini mengajarkan kami tentang pentingnya kesabaran, ketekunan, dan pengelolaan keuangan yang bijak.
Kami berharap bahwa rumah ini akan menjadi tempat yang penuh berkah, tempat di mana kebahagiaan dan ketenangan selalu hadir dalam setiap langkah kehidupan kami.
Bercerita +SELENGKAPNYA
Ketemu di Ramadan

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.
Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025