RAMADAN Pilihan

Jika Ibu Menyusui Memilih untuk Berpuasa di Bulan Ramadhan

7 April 2022   10:57 Diperbarui: 7 April 2022   11:03 458
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Jika Ibu Menyusui Memilih untuk Berpuasa di Bulan Ramadhan
Newborn Baby Breastfeeding * Free Stock Photo. Accessed April 6, 2022. https://www.pexels.com/photo/newborn-baby-breastfeeding-3279208/

Ramadhan Karim.. Semoga Allah melimpahi berkah dan semakin menguatkan iman kita dalam bulan istimewa ini.

Menyusui adalah salah satu bentuk ibadah yang jika dilakukan dengan niat yang benar, dan memanfaatkan kelonggaran sesuai ketetapan agama adalah hak yang diberikan Allah untuk melindungi para ibu dan bayinya. Jika seorang ibu menyusui secara eksklusif dan memiliki bayi berusia 0-6 bulan, tidak dianjurkan untuk berpuasa sama sekali, karena kebutuhan gizi yang meningkat. Ibu-ibu bisa mengqadha puasa nanti atau memberi makan orang miskin sebagai kompensasi tetapi juga merasakan semangat Ramadhan.

Memutuskan untuk berpuasa atau tidak, merupakan keputusan yang sulit dan menantang secara spriritual untuk dibuat terutama mengetahui betapa istimewanya bulan Ramadhan ini, tetapi para ibu menyusui beruntung bahwa telah diberi kelonggaran oleh rahmat-NYA. Allah tahu apa yang terbaik untuk hamba-hamba-Nya dan tidak akan menuntut lebih dari apa yang mampu mereka tangani.

Ibu-ibu yang memilih tetap berpuasa, berikut adalah tips yang dapat diberikan, insyaaAllah dapat dijadikan panduan untuk membantu kelancaran berpuasa sekaligus menyusui.

  • JAGA ASUPAN CAIRAN TUBUH: Asupan air setiap hari sangat penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Ibu menyusui membutuhkan hingga 3 liter cairan perhari. Jumlah cairan ini bukan hanya dipenuhi dari air minum saja, namun juga dari cairanyang terkandung pada makanan. Dianjurkan untuk minum sedikit demi sedikit selama waktu yang diizinkan, dari matahari terbenam hingga terbit fajar. Minum terlalu banyak sebelum puasa hanya akan mengisi kandung kemih dan segera buang air kecil, sehingga ibu merasa haus sepanjang hari. Hindari minum kopi dan teh karena kandungan kafeinnya dapat membuat lebih sering buar air kecil sehingga menyebabkan dehidrasi.

  • MAKAN MAKANAN SEHAT, BERGIZI, DAN SEIMBANG: Makan makanan yang sehat, bergizi dan seimbang, termasuk protein dan karbohidrat kompleks, saat sahur sangat penting. Ini akan memberikan energi yang dibutuhkan ibu sepanjang hari, hingga berbuka puasa. Perlu mengonsumsi makanan sumber karbohidrat kompleks yang dapat melepaskan gula secara perlahan seperti beras merah, beras analog, jagung, ubi kayu, ubi jalar. Sumber makanan yang kaya protein dapat dipilih dari ikan, susu, telur, daging sapi/ ayam, tempe, atau tahu. Pastikan sayur dan buah selalu ada dalam menu. Jangan pernah melewatkan saat makan sahur. Ibu menyusui perlu makan makanan padat gizi tinggi seperti kurma, buah-buahan, dan kacang-kacangan untuk membantu mengantikan kadar magnesium, seng, dan kalium yang mungkin berkurang selama puasa.

  • MENYEGERAKAN BERBUKA PUASA: Menyegerakan berbuka puasa sebagaimana Sunnah Rasulullah sangat dianjurkan. Berbukalah dengan mengonsumsi makanan alami berenergi tinggi, agar energinya cepat pulih kembali. Makan makanan yang kaya akan kandungan air seperti bebuahan dan sesayuran saat berbuka puasa, misalnya tomat, mentimun, semangka manis setelah makan

  • MEMIJAT PAYUDARA UNTUK MEMBANTU MELANCARKAN ASI: Bagi ibu-ibu yang menyusui langsung sepanjang hari, mungkin ada yang merasa bayinya agak sedikit rewel, terutama di sore hari menjelang buka puasa, karena tubuh ibu terpengaruh dengan puasa. Selain itu, stres puasa dapat memperlambat refleks yang mengeluarkan ASI dari payudara. Memijat payudara secara halus saat menyusui membantu mengalirkan ASI dari bagian belakang payudara. Ibu mungkin melihat peningkatan transfer ASI, yang dapat memuaskan bayi lebih cepat.

  • MEMERAH ASI:  Memerah ASI merupakan pengalaman yang bervariasi bagi ibu yang harus berpisah dari bayinya. Beberapa ibu menemukan bahwa jumlah ASI yang mereka hasilkan tidak berubah sama sekali sepanjang hari. Namun, beberapa orang mungkin mendapati bahwa hasil ASI yang terkumpul lebih sedikit dari biasanya. Saat ini terjadi, ibu harus tetap tenang dan memahami bagaimana ASI diproduksi. Ketika susu dikeluarkan dari payudara secara teratur, pasokan susu baru diproduksi. Namun, ketika jumlah cairan tubuh berkurang sebagai bagian dari efek puasa, ibu mungkin mendapati bahwa ASI mereka saat ini biasanya terlihat lebih kental.

Ibu yang memutuskan untuk tetap memberikan ASI kepada bayinya harus cermat dengan kondisi dirinya dan juga kondisi bayinya. Jika merasa lesu, maka kapan saja dapat membatalkan puasa dan menggantinya dilain hari atau dengan memberi makan fakir miskin sesuai dengan ketetapan agama.  Dalam Surah Al-Baqarah (2) ayat 286 Allah memberitahukan bahwasanya Allah tidak akan membebani seseorang melebihi kemampuannya. Allah hanya memerintahkan perkara-perkara yang mampu dilakukan oleh seorang hamba, tidak menyulitkan dan membebani hamba-hamba-NYA.

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun