Mohammad Hilmi
Mohammad Hilmi Lainnya

Hewan berakal

Selanjutnya

Tutup

TRADISI Pilihan

"Maleman" dan "Prepekan", Tradisi yang Mewarnai Ramadan

29 April 2022   20:54 Diperbarui: 29 April 2022   20:56 653
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
"Maleman" dan "Prepekan", Tradisi yang Mewarnai Ramadan
Tradisi. Sumber ilustrasi: UNSPLASH

Tulisan ini masih tentang serba-serbi Ramadan, dalam tulisan ini penulis akan membahas lagi tradisi yang ada di bulan suci ini, meskipun tradisi yang akan dibahas sudah lewat waktunya dan sedikit agak telat. Tradisi ini kalau ditempat tinggal penulis disebut "Maleman" , tradisi ini sendiri adalah momen dimana orang-orang (di sekitar tempat tinggal penulis) saling membagikan bingkisan yang berisi makanan atau berupa makanan instan atau kue lebaran kepada tetangga sekitar.  waktunya sendiri biasanya mulai separuh kedua bulan Ramadan (lima belas ramadan) hingga mendekati hari raya idul fitri. Tradisi ini hampir selalu dilakukan oleh orang di sekitar tempat tinggal penulis. Mungkin  tradisi ini hampir sama dengan Hampers Lebaran.

Tradisi selanjutnya adalah tradisi"Prepekan", mungkin ini seperti asing dibeberapa daerah. "Prepekan" sendiri adalah tradisi yang biasanya ada di hari-hari besar Islam, tidak hanya di bulan Ramadan saja. namun karena sekarang bulan Ramadan maka penulis akan sedikit mengulas tentang Prepekan di bulan Ramadan.

"Prepekan" di bulan Ramadan biasanya condong ke tradisi berbelanja kebutuhan lebaran mulai dari pakaian hingga kue-kue lebaran, tak ayal toko-toko dan pasar-pasar ramai diserbu orang-orang. Lumrahnya tradisi ini mulai di H-satu minggu mendekati lebaran.

Selain toko dan pasar yang ramai dikunjungi oleh orang-orang, ada yang tak kalah ramai yakni Tempat cukur rambut atau Barbershop, yang mana orang-orang berbondong-bondong mengganti gaya rambutnya untuk menunjang penampilan mereka di hari raya nanti yang dipadukan dengan pakaian baru.

Tradisi yang disebut diatas merupakan sedikit tradisi yang ada tempat tinggal penulis dan makna atau pengertian dari tradisi diatas adalah makna yang penulis definisikan sendiri. Yang pasti selain tradisi ini, masih banyak tradisi di Wilayah lain dengan sebutan lain yang penulis tidak mengetahuinya. 

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun