Saya menjadi penulis sejak tahun 2019, pernah bekerja sebagai freelancer penulis artikel di berbagai platform online, saya lulusan S1 Teknik Informatika di Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh Tahun 2012.
Mudik dan Tradisi: Saat Kota Besar Sepi, Kampung Menjadi Surga Kebahagiaan

Di tengah kesibukan dan tekanan hidup di kota besar, pulang ke kampung halaman memberikan ketenangan dan kebahagiaan yang tidak bisa digantikan dengan apapun.
Setiap tahunnya, jutaan orang rela menempuh perjalanan panjang, menghadapi kemacetan, dan bahkan berdesakan di transportasi umum demi bisa berkumpul kembali dengan keluarga.
Tidak peduli seberapa sulitnya perjalanan, rasa rindu yang mendalam dan keinginan untuk berbagi momen Lebaran bersama orang-orang tercinta membuat semua kelelahan itu terasa sepadan.
Kota-Kota Besar yang Mendadak Sepi
Sementara itu, di sisi lain, kota-kota besar yang biasanya sibuk dan penuh aktivitas berubah menjadi lengang.
Jalan-jalan utama yang biasanya macet dengan kendaraan kini terasa lapang dan sunyi. Pusat perbelanjaan yang sebelumnya dipenuhi oleh orang-orang yang berbelanja keperluan Lebaran kini jauh lebih sepi.
Suasana kota yang biasanya penuh dengan suara klakson dan hiruk-pikuk aktivitas kerja tiba-tiba terasa hening, seakan kota sedang beristirahat sejenak.
Fenomena ini terjadi hampir setiap tahun di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung, di mana mayoritas penduduknya adalah para perantau.
Ketika mereka mudik, kota kehilangan sebagian besar penghuninya. Transportasi umum lebih lengang, antrean di tempat-tempat umum hampir tidak ada, dan bahkan beberapa warung serta restoran memilih tutup sementara karena pemilik dan pekerjanya juga pulang kampung.
Bagi sebagian orang yang tetap tinggal di kota, kondisi ini bisa menjadi momen yang menyenangkan sekaligus aneh. Di satu sisi, mereka bisa menikmati ketenangan dan udara yang lebih bersih, sesuatu yang jarang terjadi di hari-hari biasa.
Namun, di sisi lain, kesunyian ini juga menimbulkan rasa sepi dan rindu akan suasana hangat berkumpul bersama keluarga.
Bercerita +SELENGKAPNYA
Ketemu di Ramadan

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.
Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025