Saya menjadi penulis sejak tahun 2019, pernah bekerja sebagai freelancer penulis artikel di berbagai platform online, saya lulusan S1 Teknik Informatika di Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh Tahun 2012.
Mudik dan Tradisi: Saat Kota Besar Sepi, Kampung Menjadi Surga Kebahagiaan

Kampung: Surga Kebahagiaan di Hari Raya
Sebaliknya, kampung-kampung yang sebelumnya tenang berubah menjadi penuh kehidupan. Rumah-rumah yang biasanya sunyi kini ramai dengan suara canda tawa keluarga yang berkumpul.
Jalan-jalan desa yang sehari-hari lengang mendadak dipenuhi oleh kendaraan pemudik, mulai dari mobil pribadi hingga sepeda motor yang membawa oleh-oleh dari kota.
Warung-warung dan pasar tradisional pun lebih hidup dari biasanya, dengan para pendatang yang berbelanja untuk memenuhi kebutuhan Lebaran.
Lebaran di kampung memiliki suasana yang khas. Di pagi hari, masyarakat berbondong-bondong menuju masjid atau lapangan terbuka untuk melaksanakan salat Idul Fitri.
Setelah itu, tradisi sungkeman menjadi momen haru yang selalu dinantikan, di mana anak-anak meminta maaf kepada orang tua, dan antar saudara saling berpelukan dalam suasana penuh kehangatan.
Selain itu, silaturahmi dari rumah ke rumah masih menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perayaan Idul Fitri di kampung.
Tidak ada batasan siapa yang harus dikunjungi lebih dulu tetangga, saudara jauh, atau bahkan teman lama yang sudah lama tak bertemu, semuanya disapa dengan tangan terbuka.
Makanan khas seperti ketupat, opor ayam, rendang, dan aneka kue Lebaran tersaji di meja, siap untuk dinikmati oleh para tamu yang datang.
Kesimpulan: Tradisi yang Harus Dijaga
Bercerita +SELENGKAPNYA
Ketemu di Ramadan

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.
Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025