Mutia AH
Mutia AH Lainnya

Menulis yang ringan dan positif

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Tiga Bait Pantun Berkait Tema Ramadan dan Sekelumit Kenangan Masa Silam

24 Maret 2024   12:52 Diperbarui: 24 Maret 2024   13:47 352
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Tiga Bait Pantun Berkait Tema Ramadan dan Sekelumit Kenangan Masa Silam
Tebar Hikmah Ramadan. Sumber ilustrasi: PAXELS


Tiga Bait Pantun Berkait Tema Ramadan dan Sekelumit Kenangan Masa Silam

Pantun tentang Ramadan adalah topik hari ini. Berbicara soal pantun, mengingatkan saya pada tahun sembilan puluhan. Waktu itu, kakak saya merupakan seorang pelajar SMP. Melihat kakak, ada hal yang membuat saya ingin segera masuk SMP, yaitu mendapatkan Majalah Pelajar di (MOP) sebulan sekali. Ternyata hal itu tidak saya dapatkan setelah saya lulus SD, karena saya masuk sekolah lain bukan SMP Negeri, seperti Kakak. 

Salah satu rubrik yang selalu dinanti adalah rubrik pantun. Dari sanalah awal mulai saya mengenal pantun dan menyukainya. Dulu, pantun kerap jadi perbincangan di antara kami (anak-anak). Saya masih ingat betul, bunyi pantun yang populer waktu itu. Entah pantun itu karangan siapa dan ditulis oleh siapa. Mungkin sahabat Kompasianer juga pernah mendengarnya. Berikut bunyi pantun tersebut. 

Gendang gendut
Tali kecapi
Kenyang perut
Senang hati


Empat kali empat sama
Dengan enam belas
Sempat tidak sempat
Harus dibalas

Biasanya pantun yang kedua ini ditulis paling bawah dalam sebuah surat, agar yang dikirimi surat segera dan harus membalasnya.

Demikian sekelumit cerita masa silam tentang pantun, dan untuk tema hari ini, saya mencoba me. buat pantun seloka atau pa tun berkait. 

Pantun Seloka atau pantun berkait adalah ikatan pantun yang saling menyambung (berkaitan).
Larik kedua dan keempat bait pantun menjadi larik pertama dan ketiga bait berikutnya, dan begitu pula seterusnya.

Bulan Ramadan Bulan penuh berkah
Bulan puasa bulan yang mulia
Mari perbanyak amal ibadah
Meraih pahala berlipat ganda

Bulan puasa bulan yang mulia
Banyak tilawah juga sedekah
Meraih pahala berlipat ganda
Hidup berkah hingga ke janah

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun