Mutiara Margaretha Yaletha
Mutiara Margaretha Yaletha Pelajar Sekolah

be myself and here i am •.• kawasan bebas polusi

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Selalu Terngiang dengan "Bila Tak Sembahyang, Apa Gunanya?"

26 Maret 2024   20:11 Diperbarui: 26 Maret 2024   20:14 450
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Selalu Terngiang dengan "Bila Tak Sembahyang, Apa Gunanya?"
Koleksi pribadi diolah melalui Canva

Musik memiliki kekuatan untuk menembus batas-batas pikiran dan merambah ke dalam jiwa manusia. Di antara beragam genre musik, lagu religi seringkali menjadi sarana yang paling kuat dalam menyampaikan pesan-pesan spiritual. Dari melodi yang merdu hingga lirik yang mendalam, lagu-lagu ini mampu menggetarkan hati dan menumbuhkan kedekatan dengan yang Ilahi.

Salah satu hal yang membuat lagu-lagu religi begitu menggetarkan adalah liriknya yang penuh dengan makna. Kata-kata yang disampaikan melalui lagu tersebut seringkali mengangkat tema-tema spiritual seperti kasih, pengampunan, harapan, dan ketabahan. Dalam setiap nadanya, terdapat cerita yang membangun kedekatan dengan Sang Pencupta.

Melodi yang tercipta dalam lagu religi seringkali membangkitkan perasaan kedamaian dan ketenangan. Setiap nada yang dipetik atau ditiupkan membawa kedekatan dengan alam semesta dan penciptanya. Ketika lagu religi berkumandang, rasanya seolah-olah jiwa kita terhubung dengan yang Maha Kuasa, mengalir dalam harmoni yang sempurna.

Selain melodi, lirik dalam lagu religi memiliki kekuatan yang tak kalah besar. Kata-kata yang dipilih dengan cermat membawa pesan-pesan spiritual yang mendalam. Dari pengalaman pribadi hingga kisah-kisah dari kitab suci, setiap lirik menyiratkan makna yang menginspirasi dan mengajak kita untuk merenung.

Saya pribadi sangat menyukai penggalan lirik dari lagu Sepotong Kayu yang kerap kali dibawakan oleh alm. Jefri Al Buchori berikut ini.

Walaupun hidup seribu tahun 

Bila tak sembahyang, apa gunanya? 

Hidup di kubur, yatim piatu

Tinggallah seorang, dipukul, dipalu

Barulah ia sadarkan diri

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun