Haryadi Yansyah
Haryadi Yansyah Wiraswasta

ex-banker yang kini beralih profesi menjadi pedagang. Tukang protes pelayanan publik terutama di Palembang. Pecinta film dan buku. Blogger, tukang foto dan tukang jalan amatir yang memiliki banyak mimpi. | IG : @OmnduutX

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Pembayaran Transaksi Anti Ribet dengan QRku

22 Mei 2019   11:02 Diperbarui: 22 Mei 2019   11:23 54
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pembayaran Transaksi Anti Ribet dengan QRku
Source nearex.com

Untungnya, si uda itu ternyata juga memakai rekening BCA. Jadi, untuk pembayarannya, yang tadinya dilakukan dengan kartu debit di mesin EDC, sekarang memakai QRku saja. Caranya sangat mudah, saya hanya tinggal kasih lihat Kode QR saya (di bagian Show QR), lantas nanti si uda tinggal buka aplikasinya dan pindai/scan kode QR saya dan lakukan pembayaran sesuai nominal transaksi.

Dokpri
Dokpri

Begitu selesai, langsung deh dananya masuk ke dalam rekening saya. Mudah banget! Saya juga secara pribadi lebih menyukai transaksi cashless. Pertama, lebih aman. Saya gak harus berisiko simpan uang dalam jumlah banyak. Kedua, males juga kalau harus setor-setor ke bank.

Ketiga, kalau uangnya langsung masuk ke rekening, kan bisa langsung saya "putar" lagi modalnya. Keempat, lebih praktis dan mudah, modal klik-klik doang dan yang kelima, lebih praktis, saya gak harus pusing siapin uang kecil untuk kembalian. Kalau transaksinya Rp.98.768, ya yang ditransfer juga sesuai nominalnya.

Semoga penggunaan QR Code ini di masa yang akan datang jauh lebih banyak yang pakai. Amin.

Kompal (Kompasianer Palembang)
Kompal (Kompasianer Palembang)
Tulisan ini juga dibagikan di akun FB Haryadi Yansyah

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun