Haryadi Yansyah
Haryadi Yansyah Wiraswasta

ex-banker yang kini beralih profesi menjadi pedagang. Tukang protes pelayanan publik terutama di Palembang. Pecinta film dan buku. Blogger, tukang foto dan tukang jalan amatir yang memiliki banyak mimpi. | IG : @OmnduutX

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Artikel Utama

Dicecar Pertanyaan "Ngehe" di Hari Raya? Jangan Khawatir, Dibikin Simpel Aja!

6 Juni 2019   04:29 Diperbarui: 6 Juni 2019   19:47 407
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dicecar Pertanyaan "Ngehe" di Hari Raya? Jangan Khawatir, Dibikin Simpel Aja!
Source image: SmartAsset.com

Yuhuuu, udah lebaran kedua ini. Gimana, badan udah ikut lebar-an atau masih tetap keukeuh menjaga pola makan sama seperti saat Ramadan? Hehe. Kesehatan jiwa juga sehat? Udah mendapatkan berapa puluh pertanyaan ngehe selama lebaran hari pertama kemarin? Wakakakak.

Jangan sedih, kamu nggak sendirian kok. Ada saya yang juga sudah mendapatkan pertanyaan-pertanyaan ngehe itu. Paling banyak sih ya memang, "kapan nikah?"

Well, jika tahun lalu saya suka emosian kalau ditanya seperti itu. Tahun ini saya berusaha lebih selow  dan santai ketika menghadapi orang-orang yang demen banget ngurusin hidup orang lain kayak mereka buahaha. Ya, mostly memang yang nanya kerabat/keluarga besar. Tapi ada juga orang yang baru kenal dan ujug-ujug bilang, "oh udah tua ya? Kok belum nikah?"

Pertanyaan Tanpa Akhir

Ketahuilah, pertanyaan ngehe semacam itu seumur hidup akan kita dapatkan. Jika saya sekarang posisinya hanya mendapatkan satu-dua pertanyaan seputar jodoh dan pernikahan, ternyata orang yang sudah berkeluarga katanya sih mendapatkan jauh lebih banyak pertanyaan justifikasi.

"Udah X tahun menikah kok belum punya anak?"


Ya ampun, dikira bayi bisa jadi semudah bikin adonan pempek apa ya? Pun begitu anak lahir, justifikasi semacam, "kenapa gak dikasih eksklusif?" atau, "kenapa ini-itu blablabla bluktukblukutuk" akan terus bermunculan, termasuk, "gak pengen nambah anak nih?"

PAK-BUK, repot amat ya urusin hidup orang hahaha. Kalau mau cari bahan obrolan, mestinya lebih kreatif. Kan bisa nanya ke saya, "eh Yan, nanti mau jalan ke mana lagi?" nah, kalau ditanya begitu kan saya bisa pamcol alias pamer colongan buahahaha. *Tobat Yan, tobaaaaat. Gak ding, bisa ngobrolin hal-hal umum semestinya. Hal-hal sensitif termasuk pilpres juga sebaiknya nggak usah dibahas.

Jawaban dari Pertanyaan, "kapan nikah?"

Tahun lalu, saat ditanya begini, coba apa jawaban saya? Begini, "udah? Apa perasaan kamu pas selesai nanya gitu? Ada perasaan lega, atau gimana?" dan situasi langsung krik krik krik hahaha. Ya, orang kayak gini mah kalau kata Kang Emil itu sama kayak upil. Nggak begitu mengganggu, tapi sesekali butuh tindakan hahaha.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun