Ozy V. Alandika
Ozy V. Alandika Guru

Seorang Guru. Ingin menebar kebaikan kepada seluruh alam. Singgah ke: Gurupenyemangat.com

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Artikel Utama

Pisang dan Keladi "Berenang" di Air Nira, Cemilan Kami Saat Berbuka Puasa

11 Mei 2020   21:40 Diperbarui: 21 Mei 2020   17:50 1729
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pisang dan Keladi "Berenang" di Air Nira, Cemilan Kami Saat Berbuka Puasa
Menangkap pisang dan keladi yang sudah "berenang" di kolam air nira. Dok. Ozy V. Alandika


Cemilan berbuka puasa, barangkali hari ini sangat mudah untuk kita racik dan buat sendiri. Apa lagi cemilan berupa buah-buahan lokal. Ada jus, manisan, asinan, sop buah, serta masih banyak bentuk-bentuk olahan lainnya. Atau, malah mau makan buah secara langsung saja?

Bisa! Bisa banget. Tapi? Kurang sedap rasanya jika mengonsumsi buah tanpa harus berkeringat dahulu. Hehehe

Kebetulan dalam video kali ini saya mencoba mengolah buah lokal terutama pisang dengan nuansa yang berbeda. Mengapa harus pisang? Terang saja, di sekeliling rumah saya penuh dengan batang pisang.

Semua jenis pisang seperti pisang ambon, pisang kepok, pisang 40 hari, pisang susu, pisang mas, dan pisang jantan sudah tersedia. Tinggal menunggu pisang mana yang matang duluan. Kalo sudah kebanyakan matangnya, akhirnya kami jual semua. Hahaha

Tambah lagi, kami di rumah juga tidak terlalu akrab dengan blender serta belum punya kulkas. Jadi, ya daripada repot-repot harus beli es batu dan sebagainya, mendingan kami olah sendiri cemilan berbuka puasa di ladang.

Nah, langsung saja. Alhamdulillah beberapa hari semenjak saya menulis curhat ramadan "Gula Aren Kami Merajuk!" kebahagiaan kami pun tumbuh kembali. Produksi gula aren mulai lancar dan tidak gagal kering lagi.

Terima kasih untuk sahabat-sahabat Kompasianers, admin, serta para pembaca yang telah tulus mendoakan.

Gara-gara itulah saya pun mengajak pisang dan keladi (umbi keladi/talas) untuk "berenang" alias dicemplungkan ke dalam air nira. Lumayan, inilah cara mengolah cemilan berbuka puasa yang cukup menantang.

Mau tahu bagaimana kisah lengkap sang pisang dan keladi saat berenang di kolam (wajan) air nira? Segera tonton video di atas ya!

Salam dan Terima kasih :-)

Inilah cemilan Pisang dan Keladi yang sudah siap saji. Dok. Ozy V. Alandika
Inilah cemilan Pisang dan Keladi yang sudah siap saji. Dok. Ozy V. Alandika

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun