Cahyadi Takariawan
Cahyadi Takariawan Konsultan

Penulis Buku Serial "Wonderful Family", Peraih Penghargaan "Kompasianer Favorit 2014"; Peraih Pin Emas Pegiat Ketahanan Keluarga 2019" dari Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Konsultan Keluarga di Jogja Family Center" (JFC). Instagram @cahyadi_takariawan. Fanspage : https://www.facebook.com/cahyadi.takariawan/

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Tahukah Anda, Harta adalah Rezeki yang Paling Rendah Derajatnya?

11 April 2022   16:17 Diperbarui: 11 April 2022   16:30 22565
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Tahukah Anda, Harta adalah Rezeki yang Paling Rendah Derajatnya?
dokumen pribadi

Banyak manusia berdoa, meminta diberi rezeki. Sayangnya mereka hanya membayangkan harta. Padahal harta adalah rezeki yang paling rendah. Ada banyak jenis rezeki lainnya, yang tak selalu berbentuk harta benda. Hendaknya kita meminta diberikan rezeki yang paling tinggi, rezeki yang paling utama, dan rezeki yang paling sempurna.

Syaikh Mutawalli Asy-Sya'rawi menyatakan:

"Harta adalah rezeki yang paling rendah. Afiyah adalah rezeki yang paling tinggi. Anak salih adalah rezeki yang paling utama. Sedangkan ridha Allah adalah rezeki yang sempurna".

Harta Adalah Tingkatan Rezeki yang Paling Rendah

Jika Anda diberi rezeki berupa harta, bersyukurlah. Karena dengan harta itu Anda bisa melakukan banyak kebaikan. Anda bisa menciptakan lahan-lahan amal salih yang sangat luas, apabila memiliki banyak harta. Berarti tabungan amal Anda juga banyak, dan pahala yang akan Anda dapatkan juga melimpah.

Dengan catatan, harta tersebut halal dan Anda dapatkan dengan cara yang halal. Setelah mendapatkan harta, Anda kelola dengan cara yang benar sesuai tuntunan syariat agama. Inilah harta yang akan memberikan kebaikan dunia akhirat kepada pemiliknya.

Namun, harta adalah rezeki yang paling rendah tingkatannya. Ketika pandangan manusia tentang rezeki hanya terbatas pada harta, artinya ia baru berada dalam taraf yang masih sangat dasar. Pada dasarnya semua manusia menghendaki harta, bahkan pengin harta yang banyak dan melimpah. Ini keinginan natural umumnya manusia.

Pandangan manusia yang hanya mengetahui harta sebagai tolok ukur, artinya berada dalam tingkatan duniawi murni. Tidak mengenal aspek ukhrawi. Hanya memiliki sisi material, dan tidak memiliki sisi spiritual. Kehidupan yang hanya material, tak ubahnya pada level binatang ternak.

Bagi manusia beriman, yang meyakini akhirat, semestinya meningkat dengan memohon rezki yang paling tinggi, yaitu 'afiyah. Apa itu 'afiyah?

'Afiyah Adalah Tingkatan Rezeki yang Paling Tinggi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun