Posma Siahaan
Posma Siahaan Dokter

Bapaknya Matius Siahaan, Markus Siahaan dan Lukas Siahaan. Novel onlineku ada di https://posmasiahaan.blogspot.com/

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Suka Duka Merawat Pasien di Bulan Puasa

20 Mei 2018   00:30 Diperbarui: 20 Mei 2018   09:31 1092
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

"Pernah batal puasa karena kelelahan?"Tanya Saya pada perawat dan pekarya di rumah sakit yang menjalankan ibadah puasa.

"Tidaklah, Dok. Kalau capek, istirahat dahulu, teman yang tidak puasa selalu mau menggantikan melihat pasien kalau ada keluhan."Kata salah seorang perawat.

Di rumah sakit kami yang pemiliknya Yayasan Rumah Sakit Charitas, perbandingan perawat dan pegawai lain yang muslim dan non muslim relatif berimbang. Ini salah satu keuntungan yang didapat perawat muslim saat menjalankan ibadah puasa, mereka biasanya boleh memilih bertugas "shift" jaga siang atau malam.

Biasanya aktifitas yang berat seperti mendorong tempat tidur pasien untuk pemeriksaan ronsen, USG (ultrasonografi), CT-Scan (Computer Tomography-Scanning) atau merujuk pasien ke rumah sakit lain, dilakukan di pagi hari. Ini biasanya diminta yang non muslim untuk bertugas, sementara yang menunaikan ibadah puasa masuk jadwal siang (pukul 13.30-20.30) atau malam (20.30-06.30), dimana ada sebagian masa tugasnya dapat makan dan minum.

"Pasiennya banyak keluhan tidak selama dinas?"Tanya Saya lagi.

"Terkadang masih ada pasien atau keluarga yang rewel, Dok. Merasa tidak puas atau membanding-bandingkan dengan rumah sakit lain. Tetapi sebagian besar yang sedang puasa juga, biasanya menahan diri dan kami juga menjawab keluhan dengan lebih sabar, karena kalau ikut marah-marah, puasa kami batal."Kata yang lain.

Suka duka saat berpuasa dan dinas di rumah sakit ya kurang lebih itu, keluhan pasien mungkin saja lebih halus, tetapi di sisi lain perawatnya juga suka kelelahan, sementara perawatan harus 24 jam siap sedia. Kebahagiaan lain, manakala makanan berbuka dan sahur yang disediakan rumah sakit lebih lezat dari biasa hari-hari tidak puasa.

Yang paling sulit adalah kalau ada pasien yang punya koreng atau luka di kaki, atau kanker yang terinfeksi dan mengeluarkan bau busuk, atau pasien dengan diare berat serta muntah-muntah atau batuk darah yang banyak, sementara si perawat sedang berpuasa, maka kondisi itu dapat mempengaruhi pusat mual di otak membuat rasa ingin muntah atau menjadi sangat lemas.

Untungnya hampir semua perawat di rumah sakit kami punya komitmen untuk melayani penuh cinta kasih, kesabaran dan kegembiraan, maka segala pelayanan yang dilakukan tidak menjadi beban, tetapi dianggap sebagai cara untuk melayani Tuhan.

dari FB Kompal
dari FB Kompal

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun