Rahmat NurMadani
Rahmat NurMadani Guru

Pendidikan Fisika Universitas Indraprasta PGRI angkatan 2018 | D3 Teknik Mesin Politeknik Negeri Jakarta angkatan 2013 | Pengurus Komunitas Pembuat Jejak 2017-sekarang | Kepala Divisi Kajian dan Strategi Departemen Sosial dan Politik BEM PNJ 2015/2016 | Kepala Departemen Sosial dan Politik Himpunan Mahasiswa Mesin PNJ 2014/2015

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Berikut Tips Perkaya Aktivitas Ramadan agar Berkah dan Produktif di Rumah Aja! (Part 1)

14 Mei 2020   16:28 Diperbarui: 14 Mei 2020   17:28 367
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Berikut Tips Perkaya Aktivitas Ramadan agar Berkah dan Produktif di Rumah Aja! (Part 1)
Dokumentasi Pribadi, dilaksanakan sebelum terjadinya wabah Covid-19

Pemerintah menerapkan PSBB sebagai upaya untuk menekan angka penularan virus Covid-19. PSBB diterapkan secara resmi pertama kali di Provinsi DKI Jakarta pada 10 April 2020, yang kemudian disusul oleh daerah-daerah lain secara bertahap dan masih berlaku hingga saat ini. Teknisnya kurang lebih dengan menutup sekolah-sekolah dan melaksanakan kegiatan belajar via online,  menutup tempat-tempat umum, serta menghentikan kegiatan usaha dan perkantoran (kecuali sektor-sektor tertentu). 

Selain itu juga dilakukan pelarangan berkumpul lebih dari 5 orang, pemindahan kegiatan keagamaan di rumah masing-masing, pembatasan jumlah penumpang dan pemeriksaan ketat di angkutan umum, serta pelarangan mudik. Dengan adanya PSBB ini diharapkan interaksi langsung antar manusia dapat diminialisir sehingga pada akhirnya juga akan meminimalisir potensi penularan virus, walau dalam pelaksanaannya masih banyak kekurangan.

Bagi banyak orang, PSBB membuatnya tertahan di dalam rumah dengan aktivitas yang lebih minimum. Walau ada work from home, study from home, bahkan business from home, patut diakui bahwa kegiatan menjadi lebih fleksibel, minimum, bahkan sebagian orang cenderung "gabut" sehingga bermunculan "kaum rebahan" baru, bukan hanya orang miskin baru saja. Lalu bagaimana agar kita dapat tetap produktif ditengah wabah covid-19 ? terlebih saat ini sedang bulan Ramadhan. Masa iya, Ramadhan hanya diisi dengan "rebahan" ? Berikut adalah aktivitas yang dapat kita lakukan di rumah selama bulan Ramadhan agar tetap produktif dan Insya Allah berkah :

1. Membaca dan Menghapal Al-Qur'an.

"sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah (Al-Qur'an) dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang kami anugerahkan kepada meraka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi". "Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambahkan kepada mereka dari Karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri". (Q.S. Fathir : 29-30).

Ketika dahulu kita disibukkan dengan kegiatan diluar rumah, boleh jadi kita lalai dalam membaca Al-Qur'an. Padahal, membaca Al-Qur'an memiliki manfaat dan keberkahan yang luar biasa bagi seorang mukmin. Bacaan Al-Qur'an kita dapat menjadi penyelamat kita saat Yaumil Hisab. Dengan kondisi aktivitas yang lebih fleksibel, apalagi yang menghalangi kita untuk membaca Al-Qur'an ?

Kemudian, sebagai seorang muslim hendaknya kita juga menghapal dan mempelajari isi Al-Qur'an, sebagai pedoman hidup kita agar selamat di dunia dan akhirat. Inilah saat yang tepat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui Al-Qur'an. Terlebih pada bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, Insya Allah pahala amalan kita akan dilipat gandakan, Aamiin.

2. Perbanyak Shalat Sunnah.

"Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Qur'an) dan dirikanlah shalat ! Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Dan sesunguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Q.S. Al-Ankabut : 45).

Selain shalat fardhu yang memang wajib, ada banyak shalat Sunnah yang dapat kita kerjakan, terlebih selama bulan Ramadhan. Kita dapat mengintensifkan shalat rawatib, yaitu shalat Sunnah yang dilakukan sebelum atau sesudah shalat fardhu. Rincian shalat rawatib adalah 2 raka'at sebelum shalat shubuh, 2 raka'at sebelum dzuhur, 2-4 raka'at sesudah dzuhur, 2 raka'at sebelum ashar, 2 raka'at sesudah maghrib, serta 2 raka'at sebelum dan sesudah isya.

Kita juga dapat mengintensifkan shalat dhuha, yang dapat dilaksanakan mulai matahari terbit sekitar 7 hasta (perkiraan sekitar jam 7 pagi) hingga menjelang waktu dzuhur. Shalat dhuha dapat dilaksanakan antara 2 sampai 8 raka'at. Sebagai ciri khas bulan Ramadhan, tentu rekan-rekan sudah tak asing dengan shalat tarawih, yang dapat dilaksanakan mulai setelah waktu isya. Kita dapat melaksanakan sejumlah 11 atau 23 raka'at (termasuk shalat witir 3 raka'at diakhir). 

Ketika kita dapat terbangun lebih pagi sebelum makan sahur, ada baiknya kita melaksanakan shalat tahajud. Shalat yang lebih utama dilaksanakan di sepertiga malam ini dapat dilakukan minimal 2 raka'at dan maksimal 8 raka'at (madzhab Hanafi), 10-12 (madzhab Maliki), atau tidak dibatasi (madzhab Syafi'I dan Hambali). Laksanakanlah sebaik yang kita bisa. Selain itu kita juga dapat melakukan shalat istikharah (meminta petunjuk, jodoh misalnya ?), shalat hajat, shalat taubat, dsb.

3. Mempelajari Ilmu Agama.

Mempelajari ilmu agama adalah keutamaan bagi setiap muslim, karena pemahaman akan agama (syariat Islam) adalah hal yang dapat menyelamatkan kita di dunia dan akhirat. Takkan jadi masalah besar, misalnya jika tak pandai matematika, selama kita pandai dalam hal lain yang menjadi passion kita. Tapi akan menjadi masalah bila tak tahu cara shalat, zakat, perintah berhijab, dan berbagai persoalan yang sudah diatur dalam Islam. 

Kita mesti ingat bahwa apa yang ada dalam Al-Qur'an merupaka pedoman hidup yang wajib dipelajari demi keselamatan diri, dan cara terbaik mempelajarinya adalah dengan mempelajarinya dari ahlinya (para ulama, ustadz dan ustadzah). Saat ini banyak tersebar kajian online, baik melalui live streaming, youtube, zoom, whatsapp dll. Kita juga bisa  membeli buku terkait ilmu-ilmu fiqih, adab islam, muamalah, sirah nabawi, dll yang kemudian dapat kita diskusikan bersama guru dan sahabat secara online.

4. Bersih-bersih Rumah.

Sebagai upaya untuk menghindari penularan covid-19, ada baiknya kita membersihkan rumah secara berkala. Setiap hari rumah kita perlu disapu, di pel, mengelap perabotan rumah, dll. Ketika seluruh anggota keluarga ada dirumah, mengapa tidak mengerjakan hal tersebut bersama-sama ? jangan hanya mengandalkan ibu kita saja ! 

kita juga bisa melakukan penyemptoran desinfektan secara berkala, khususnya pada bagian yang sering disentuh seperti gagang pintu, kursi, pagar rumah, dll. Dengan cara ini selain rumah menjadi bersih dan bebas covid, juga mempererat hubungan antar anggota keluarga.

5. Pererat Hubungan dengan keluarga.

Bila pada konsisi sebelum wabah, anggota keluarga sibuk dengan urusan masing-masing seperti bekerja, sekolah, kuliah, dll, inilah saat yang tepat untuk kembali mempererat hubungan antar anggota keluarga. Saling membangun komunikasi, pererat hubungan orangtua dan anak agar tercipat suasana "Rumahku Surgaku". Cara yang dapat dilakukan selain pada poin (4) diatas antara lain shalat berjama'ah, tilawah Al-Qur'an bersama-sama, serta saling mengkaji dan sharing ilmu agama. Selain itu bisa dengan kegiatan memasak bareng, atau sekedar berkumpul diruang keluarga untuk berdiskusi (curhat) dari hal sederhana sampai soal masa depan.

Selain kelima hal diatas, masih ada lho beragam aktivitas lainnya agar berkah dan produktif di bulan Ramadhan ! Tunggu kelanjutannya di part 2 ya . . . . . !

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun