Takutlah dengan Amal Ibadah yang Tidak Diterima Oleh Allah
Ayat ini adalah celaan bagi setiap orang yang curang, khususnya yang curang di dalam timbangan ketika bermuamalah kepada manusia dalam timbangannya.
Akan tetapi, secara umum ayat ini juga sebagai peringatan kepada kita yang berlaku curang dalam perilaku, dalam perbuatan dan dalam sikap.
Termasuk dalam hal ini untuk kita jadikan pelajaran, ayat tersebut juga sebagai ancaman bagi kita yang berlaku curang di dalam bermuamalah dan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Kita yang merasa berhak untuk ditunaikan balasannya, sedangkan di saat yang sama kita tidak menunaikan amal itu sebagaimana mestinya.
Tentu ini menjadi perhatian dan pelajaran buat kita sekalian untuk tidak berbuat curang dengan keadaan kita yang pastinya penuh dengan kekurangan.
Menuntut kita untuk terus memupuk rasa takut kita kepada Allah. Karena kita pastinya adalah orang-orang yang masih banyak kekurangan di dalam menunaikan ibadah kita. Puasa-puasa kita dan amal ibadah kita yang lainnya, pastinya masih jauh dari kesempurnaan.
Allah juga telah berfirman:
"Sungguh celaka orang-orang yang shalat itu, (yaitu) orang-orang yang lalai dalam shalatnya."
(QS. Al Ma'un: 4-5)
Ayat ini menjelaskan bagaimana tidak semua orang yang shalat akhirnya menjadi orang yang selamat. Tapi ada orang-orang yang shalat justru malah menjadi orang yang celaka, dan mereka itu adalah orang-orang yang lalai dalam shalat-shalat mereka.
Kalau ini terkait dengan shalat, maka puasa pun berpotensi untuk berada pada keadaan demikian, yaitu orang-orang yang puasa menjadi orang-orang yang celaka karena kelalaian mereka dalam puasa yang tidak mereka laksanakan sebagaimana mestinya.
Dan kita sebagai seorang hamba tentunya paling tahu tentang apa yang menjadi kekurangan-kekurangan kita. Ini menuntut kita untuk memupuk rasa takut dan memiliki rasa takut kepada Allah.