Retno Endrastuti (IBUN ENOK)
Retno Endrastuti (IBUN ENOK) Human Resources

Menyukai tulisan2 ringan dengan topik psikologi populer, perencanaan kota dan daerah, kuliner, handycraft, gardening, travelling...terutama yang kekinian

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Nuansa Kekeluargaan Saat Iftar di Negeri Orang

4 April 2024   13:40 Diperbarui: 5 April 2024   23:51 750
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Nuansa Kekeluargaan Saat Iftar di Negeri Orang
Iftar Kyoto-Shiga (Sumber: koleksi pribadi)

Sobat Kompasiana, momen buka puasa menjadi momen yang ditunggu-tunggu bagi umat muslim yang menjalankan ibadah puasa. Terlebih lagi, dengan munculnya tradisi buka bersama di masyarakat kita. Ada yang mengenal buka bersama ini dengan istilah iftar. 

Kata Iftar dalam KBBI sebenarnya mengandung arti hal berbuka puasa, diserap dari bahasa Arab "aftara" yang berarti berbuka puasa. Ini mengacu pada sebuah perjamuan saat Muslim berbuka puasa selama bulan Ramadhan dan sering dilakukan oleh sebuah komunitas atau kelompok teman. Orang-orang berkumpul untuk berbuka puasa bersama setelah dikumandangkan adzan maghrib. Biasanya, kelompok pertemanan akrab baik di lingkungan kantor, alumni sekolah, sahabat dekat maupun saudara antusias untuk menyelenggarakan iftar ini. 

Ibun Enok jadi teringat masa-masa harus menjalankan ibadah puasa dan sholat Idul Fitri di negeri sakura pada tahun 2013-2014. Iftar menjadi momen langka setahun sekali untuk saling berkumpul, bersilaturahim, sekaligus berbuka puasa bersama. Ketika itu, Ibun Enok mendapatkan undangan Iftar di Ikoka Kyoto. Ibun Enok pun antusias untuk datang, meskipum jarak dari Kusatsu-Shiga tidak dekat, 10 menit apabila naik KRL.

Pada acara Iftar di Ikoka ini, seluruh mahasiswa Indonesia Kyoto-Shiga diundang. Ada juga tamu undangan muslim dari berbagai negara yang tinggal di Kyoto. Uniknya pada acara ini, peserta iftar boleh membawa makanan khas negaranya masing-masing. Dari WNI ada yang membuat tumpeng, masakan padang, sate, minuman dan makanan ringan, dan sebagainya. Menu makanan dari berbagai negara pun tersaji dengan tag tulisan keterangannya. Sambutan-sambutan dan kuis pun menambah serunya acara. Terbayang keseruan acaranya karena yang hadir banyak sekali dan bisa mencicipi berbagai macam jamuan makanan dari berbagai negara.

Jamuan Iftar di Negeri Sakura (Sumber: koleksi pribadi)
Jamuan Iftar di Negeri Sakura (Sumber: koleksi pribadi)

Aneka Makanan dari Berbagai Negara Tersaji di Acara Iftar (Sumber: koleksi pribadi)
Aneka Makanan dari Berbagai Negara Tersaji di Acara Iftar (Sumber: koleksi pribadi)

Nuansa dan vibes kekeluargaan pun tergambar saat acara iftar. Bagaimana tidak, para mahasiswa yang sama-sama di perantauan dan jauh dari keluarga saling bertemu, berkumpul bersama pada satu acara. Semuanya berasa seperti saudara sendiri, itulah perasaan yang Ibun Enok rasakan waktu itu. 

Nuansa Kekeluargaan Saat Iftar (Sumber: koleksi pribadi)
Nuansa Kekeluargaan Saat Iftar (Sumber: koleksi pribadi)
Iftar pun sukses diselenggarakan dan ditutup dengan foto bersama dan sholat maghrib berjama'ah. Sungguh pengalaman iftar yang takterlupakan. 

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun