Suka Duka Dana Terbatas, Sajian Menu Idul Fitri Harus Tetap Pantas
Untunglah saat ini air minum kemasan sangat mudah didapatkan sehingga selalu ada saat lebaran. Jadi nggak perlu sering-sering merebus air putih dan menyajikannya dalam gelas-gelas seperti dulu. Untuk tamu yang datang cuma sebentar, air kemasan cukup. Buat saudara dan teman yang datang dari jauh, minuman manis juga disajikan karena biasanya waktu berkunjung lebih lama. Sebagai teman makan sajian kue.
Namun, aku selalu suka menyiapkan sajian menu Idul Fitri, Alasannya?
Saat Sajian Menu Idul Fitri Disukai
Kata ibu, salah satu tanda keberhasilan sajian menu Idul Fitri adalah makanan yang disediakan ternyata disukai oleh orang rumah, saudara, tetangga, teman, dan para tamu yang berkunjung ke rumah.
" Wah, masakannya enak sekali. Siapa yang masak?"
"Rasanya pas banget. Enak deh."
"Menunya lumayan banyak, tapi semuanya enak."
Pujian yang tak urung membuat hati berbunga-bunga bahagia. Apalagi kalau melihat piring-piring yang tandas ludes tak bersisa. Tanda menu lebaran yang disajikan memang disukai oleh orang yang menyantapnya.
"Gorengan kerupuk dan empingnya bagus. Warnanya merata sempurna. Pintar menggorengnya." Haha, rasa suka dalam menyajikan menu Idul Fitri tiba-tiba muncul meninggi di hati.
***
Menyiapkan sajian Idul Fitri itu memang selalu ada suka dukanya. Suka bisa memberikan kebahagiaan kepada orang lain, terutama keluarga. Senang bisa memunculkan senyum pada orang lain yang menyantap menu hidangan.
Namun, Â menyiapkan sajian Idul Fitri juga selalu diikuti rasa lelah, mulai dari belanja kebutuhan masak, memasak, hingga sampai pada penyajiannya. Belum lagi, kalau ada drama bumbu atau bahan kurang, sehingga harus balik lagi ke pasar lebih dari sekali.
Bercerita +SELENGKAPNYA
Ketemu di Ramadan

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.
Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025