Rinto F. Simorangkir
Rinto F. Simorangkir Guru

Belajar lewat menulis dan berbagi lewat tulisan..Berharao bisa menginspirasi dan memberikan dampak

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Jaga Hati dari Amarah Tak Semua Orang Bisa, Berikut 3 Tips yang Bisa Kita Lakukan

26 Mei 2019   21:11 Diperbarui: 26 Mei 2019   21:42 48
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Jaga Hati dari Amarah Tak Semua Orang Bisa, Berikut 3 Tips yang Bisa Kita Lakukan
mojok.co

Kata menjaga sebenarnya adalah perbuatan aktif dari kita. Ada kesadaran dan ada upaya supaya kita bisa mengontrol sepenuhnya sikap kita terhadap apa yang datang ke kita. Supaya kita tidak terkontaminasi alias terpengaruh terhadap satu hal.

Meskipun terkadang gampang untuk mengucapkannya kepada orang lain, ternyata diri kita-pun rentan dan sulit untuk menjaga hati. Apalagi saat-saat melihat sikap orang lain yang terkadang menjengkelkan kita. Tak ayal kita langsung ingin segera menonjoknya ataupun memilih pergi dari situ dengan hati yang penuh amarah.

Itu baru satu hal, bagaimana jika kita melihat ada satu orang yang kedapatan mencuri. Bagaimana reaksi kita?  Seakan diri kita menjadi hakim bagi kesalahan dari orang yang telah melakukan satu kesalahan itu. Yang akhirnya hukuman yang kita berikan ternyata tidak setimpal dengan apa yang sudah ia kerjakan atau lakukan.

Bisa kita lihat sekeliling kita, orang-orang yang kedapatan mencuri ataupun orang yang dituduhkan melakukan perbuatan mencuri itu, yang artinya kebenaran bahwa apakah ia telah melakukannya masih perlu ditanyakan. Bagaimanakah akhirnya hidupnya? Dia berakhir dengan tragis.

Seperti kisah dari satu keluarga yang ada di Bekasi di Agustus 2017 lalu. Seorang Kepala Rumah Tangga berinisial MA akhirnya habis dibakar karena amarah dan emosi orang-orang yang telahmenuduhnya.Dia dituduh telah mencuri amplipier Masjid, padahal kenyataannya?

Dan itu baru satu hal. Dimana jika kita hitung-hitung sudah berapa banyak yang korban yang jatuh akibat tuduhan kita? Oleh karena itu penting untuk menjaga diri kita, menjaga hati kita supaya bisa bertindak dengan lebih sedikit tenang, lebih sedikit sabar, dan lebih sedikit mengontrol diri.

Selanjutnya ada banyak yang perlu kita jaga dalam hidup ini. Dan yang paling penting yang kita jaga itu adalah hati kita. Karena di hati kita ternyata adalah pusat kehidupan kita. Sebab ketika hati kita gampang jatuh ke dalam dosa dan amarah, maka kehidupan kitapun bisa dibilang berakhir.

Berakhir karena kita ternyata adalah sang sumber masalah itu. Setiap hari akan ada masalah, dimanapun kita hanya bisa memberikan banyak masalah. Apapun yang kita kerjakan ternyata selalu menimbulkan masalah.

Oleh karenanya menjaga hati adalah satu hal pekerjaan yang paling utama yang harus kita kerjakan setiap hari. Baik itu dalam keadaan bulan Ramadhan bahkan ketika ramadhan pun nanti sudah selesai. Sebab ketika kita hanya menjaga di suatu musim atau bulan tertentu, maka niscaya kita belum berhasil memasuki fase-fase kehidupan kita.

Sebab hidup ini penuh dengan banyak tantangan dan rintangan, banyak godaan,banyak tawaran, bahkan banyak kenikmatan maupun kesusahan, yang semuanya itu akan bercampur aduk dalam kehidupan kita setiap harinya.

Tentu setiap musim-musim dalam kehidupan kita akan selalu penuh warna, tidak statis, dan kerap berubah-ubah. Layaknya kita sedang naik kapal di tengah-tengah ombak yang menerjang. Tapi ketika kita tahu bahwa hati kita baik, mengenal siapa yang ada bersama kita di dalam kapal kehidupan kita maka sesungguhnya kita tidak perlu takut bagaimana menjalani hari-hari hidup kita.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun