Rio Wibi Sumiyarno
Rio Wibi Sumiyarno Guru

saya memiliki hobi menulis dengan konten bertemakan pendidikan, sejarah, wisata, atau tentang pengalaman pribadi.

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Makna Dibalik Lagu "Hari Lebaran"

4 April 2025   07:30 Diperbarui: 4 April 2025   11:29 117
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Makna Dibalik Lagu "Hari Lebaran"
Seni. Sumber ilustrasi: Unsplash

Setelah berpuasa satu bulan lamanya ...

Berzakat fitrah menurut perintah agama ....

Kini kita beridul fitri berbahagia .....

Mari kita berlebaran bersuka gembira .....

Brjabatan tangan sambil bermaaf-maafan ....

Hilang dendam habis marah di hari lebaran ....

Minnal aidzin walfaidzin .....

Maafkan lahir dan batin .....

Selamat para pemimpin .....

Rakyatnya makmur terjamin ........

Kita semua pasti tahu lirik dan judul lagu tersebut. Bahkan sebagian dari kita malah ada yang hafal. Ya, lagu tersebut adalah lagu yang berjudul "Hari Lebaran" karya dari Ismail Marzuki. Dari lagu itulah kaliman "minnal aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin" mulai populer dikalangan masyarakat kita. Lagu tersebut diciptakan oleh Ismail Marzuki pada tahun 1950, tepat satu tahun setelah Belanda keluar dari Indonesia diakhir tahun 1949.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

Nunggu Bedug Makin Seru di Bukber Kompasianer

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.

Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun