Rizky Hidayat
Rizky Hidayat Ilustrator

Ghostwriter

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Refleksi Ramadan dan Waisak, Spiritnya Mengantarkan Kita pada Kebijaksanaan

7 Mei 2020   23:58 Diperbarui: 8 Mei 2020   00:12 453
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Refleksi Ramadan dan Waisak, Spiritnya Mengantarkan Kita pada Kebijaksanaan
Ilustrasi menggapai pencerahan. Foto: dokpri/dilakukan saat mendaki di Gunung Pundak, Mojokerto.

Dalam mencapai suatu pencerahan, dibutuhkan proses yang panjang untuk dapat mencapai hal tersebut. Itulah yang dilakukan oleh Shiddarta Gautama pada abad ke-5 SM.

Begitupula Muhammad. Tercatat pada abad ke-7 M, lika liku perjalanan panjangnya menghasilkan satu kesatuan pemikiran yang utuh sehingga mengubah pola pikir masyarakat Quraisy menjadi tercerahkan. Ialah ajaran Islam.

Dari kedua tokoh yang penulis sebutkan diatas, entitas masyarkat saat ini mengenal keduanya sebagai pembawa perubahan sekaligus pembawa pencerahan. Yang mana satu membawa misi ajaran Islam dan satu lagi membawa misi ajaran Buddha. Ajaran yang jika dapat dikorelasikan merupakan ajaran untuk mencari makna hidup melalui kebijaksanaan.

Dalam spirit Waisak di tahun 2020 kali ini, ijinkan saya untuk sedikit mengulas seputar hikmah yang dapat kita ambil dari Waisak dan Ramadan.

Waisak Mengajarkan Kita Tentang Arti Kebijaksanaan

Waisak, merupakan hari raya yang diperingati oleh kalangan umat Buddha diseluruh dunia ini. Diyakini pula bahwa secara histologi, peringatan Waisak juga diambil dari proses panjang pencapaian spiritual yang dilakukan selama bertahun-tahun oleh Shiddarta Gautama, seorang pangeran yang rela meninggalkan kerajaan, tahta dan harta benda kekayaannya dengan berkelana, meditasi dan meninggalkan yang namanya ke-duniawi-an.

Meninggalkan harta benda yang bersifat duniawi karena dianggap tidak dapat membawa seseorang dalam mencapai kebahagiaan abadi. Namun proses berpikir yang jernih disertai kesucian yang terpancar dalam hatilah yang dapat mengantarkan manusia menuju arti pemahaman kebahagiaan, melalui kebijaksaan, hingga pada akhirnya menggapai suatu pencerahan. Yakni Buddha itu sendiri.

Istilah Buddha pula, diyakini sebagai sebuah istilah tentang gelar seseorang yang telah menemukan sebuah kebijaksanaan dan mencapai suatu pencerahan dalam hidupnya. Mungkin secara pemahaman eksak, seperti mendapat suatu hidayah atau petunjuk. Sehingga mengantarkan manusia dalam menjadi manusia yang lebih baik lagi. 

Ramadan Mengajarkan Kita Tentang Arti Kebijaksaan Juga

Jika proses menggapai suatu pencerahan di dalam ajaran Buddha adalah dengan bermeditasi dan memaknai arti hidup. Islam juga mengajarkan manusia untuk menggapai suatu kebijkasanaan melalui ibadahnya. Salah satunya ibadah khususnya, terangkum dalam satu bulan yang disucikan oleh umat Islam, yakni bulan Ramadan. Disucikan, karena setelah berproses dalam Ramadan, mengantarkan manusia kembali pada fitrah dasarnya yakni fitri atau suci.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun