::: Purely Indonesian - SPORT Lover- Healthy Live - juga Pegiat LONTAR NUSANTARA ::: Ketib Cendana Masjid Agung Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat :::
RAMADHAN SERTA DIMENSI "DIRI" & "GUSTI"
Pada Ramadhan, ada beberapa dimensi "Diri" & "Gusti" yang bisa kita jalani.
Yang pertama adalah "Manut Gusti" (dimensi kepatuhan). Menurut pada aturan-Nya untuk menjalankan Puasa dan berbagai ibadah lainnya.
Yang kedua yaitu "Nunut Gusti" (dimensi pengorbanan/persembahan). Apa pun yang kita lakukan semata-mata kita persembahkan pada Illahi. Inna sholati wa nusuki, wa ma yahya wa mamati lillahiRabbil alamin. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku seluruhnya aku persembahkan untuk Tuhan Rabb semesta Alam.
Sedangkan yang ketiga adalah dimensi "KETUT GUSTI" (Ikut Illahi/dimensi keturutsertaan pada jalan-Nya). Jalan Allah memerintahkan ber-puasa adalah untuk melatih manusia untuk mencegah dirinya dari nafsu yang berlebihan di berbagai bidang (preventif). Jalan Allah memerintahkan ber-puasa adalah jalan perawatan (preservatif) agar jasad tubuh manusia bisa terpelihara dengan baik. Semua organ tubuh banyak beristirahat di kala Ramadhan.
Jalan Allah menghendaki manusia berpuasa adalah sebagai sarana pensucian jiwa dan raga (purifikatif) . Karena Allah berkehendak manusia hidup selamat bahagia di dunia, di alam qubur dan juga di akhirat.
Sungguh indah Dimensi "Diri" dan "Gusti". Yakni dimensi manusia dan Illahi. Semakin menambah keyakinan kita bahwa Allah SWT sangat mencintai manusia-manusia yang diciptakannya di bumi ini. Mari Manut, Nunut supaya Ketut. Artinya, mari menurut pada Allah (taat), Persembahkan semuanya untuk Allah (ikhlas) agar Allah berkenan kita bisa terbawa di Jalan-Nya.
: : Rosnendya Yudha Wiguna
- Divisi Arsip Kelompok Studi LONTAR NUSANTARA
- Ketib Cendana Masjid Agung Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat