Rorry Nurmawati
Rorry Nurmawati Freelancer

Freelance writer || I love and passion for photography || If you have any question, please let me know at aslirorry@gmail.com or DM Instagram @ryrorry_

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN

Tiga Amalan bagi Perempuan Haid atau Nifas, Saat Ramadan

6 April 2022   23:02 Diperbarui: 6 April 2022   23:04 438
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Tiga Amalan bagi Perempuan Haid atau Nifas, Saat Ramadan
Unsplash-Hasan Almasi

Perempuan, memiliki anugerah berbeda dari kaum laki-laki yang diturunkan oleh Allah. Mendapatkan keistimewaan berupa haid setiap bulannya, mengandung, melahirkan hingga nifas. Semua itu, merupakan ketetapan sebaik-baik-Nya yang diberikan sebagai kodrat.

Ketika memasuki Ramadan, banyak dari perempuan akan merasa was-was jika tak mampu menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Wajar. Karena, pada momentum ini semua orang penuh suka cita dalam melipatgandakan ibadah untuk mengejar amalan-amalan sunah lainnya.

Namun, bagaimana jadinya ketika seorang perempuan sedang berhalangan (haid atau nifas) sehingga tidak bisa menunaikan ibadah puasa? Apakah ia hanya berdiam diri? 

Jawabannya tidak!

Karena, banyak amalan-amalan untuk perempuan yang sedang haid atau nifas, saat tidak mampu menjalankan ibadah puasa selama Ramadan. Amalan-amalan tersebut di antaranya : 

Pertama, perempuan yang sedang mengalami haid atau nifas saat Ramadan, maka diperbolehkan untuk menyiapkan atau membuat hidangan (Iftar) berbuka puasa. Seperti yang diriwayatkan oleh Hadits Riwayat At-Tirmizi mengenai pahala orang yang menyediakan hidangan (iftar). 

Dari Zaid bin Khalid Al Juhani berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang memberi makan orang yang berbuka, dia mendapatkan seperti pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun" (H.R. At-Tirmidzi).

Kedua, mendengarkan lantunan Al Quran. Perempuan haid atau nifas, diperbolehkan untuk mendengarkan lantunan-lantunan ayat suci Al Quran. Kendati seorang perempuan tersebut sedang mengalami hadas besar.

Dan yang ketiga, mencari ilmu. Seorang perempuan dapat pergi ke tempat-tempat kajian atau majelis ilmu, untuk menambah pengetahuan agama. Dimana, selama bulan Ramadan kajian-kajian tentang ilmu keislaman semakin banyak diselenggarakan. 

Inilah tiga amalan yang dapat dilakukan seorang perempuan saat mengalami haid atau nifas, sehingga tidak bisa menjalankan ibadah rukun Islam yang ketiga. Jangan berkecil hati, jika ibadah puasa belum sepenuhnya terlaksana. Karena, perempuan itu istimewa. Salam

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun