Selvia Indrayani
Selvia Indrayani Guru

Pengajar yang rindu belajar. Hanya gemar memasak suka-suka serta membukukan karya dalam berbagai antologi. Sesekali memberi edukasi perawatan diri terutama bagi wanita.

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

4 Tips Obrolan Seru Saat Idul Fitri Tanpa Menyinggung Perasaan

29 April 2022   23:57 Diperbarui: 30 April 2022   00:03 698
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
4 Tips Obrolan Seru Saat Idul Fitri Tanpa Menyinggung Perasaan
Ilustrasi (dok. hipwee)

Momen libur Idul Fitri tahun 2022 sepertinya menjadi ajang yang dinanti. Rasa rindu terhadap kampung halaman dan sanak keluarga, akhirnya dapat terobati tahun ini.

Tidak adanya larangan mudik dari pemerintah mendapat sambutan hangat masyarakat. Terlihat adanya arus mudik yang kian ramai di beberapa pelabuhan dan jalan tol. Anjuran mudik dari pemerintah, misalnya vaksin booster dan peraturan ganjil genap pun rupanya juga mendapat perhatian demi terwujudnya mudik pada momen libur Idul Fitri 2022.

Ada kebahagiaan yang tidak bisa digantikan dengan uang atau apapun saat bertemu anggota keluarga. Pastinya kebahagiaan ini akan lebih lengkap saat hari raya Idul Fitri tiba. Hari kemenangan yang telah dinanti untuk dapat bertemu dengan sanak keluarga dan saling bermaaf-maafan.

Tanpa disadari, kadangkala momen Idul Fitri juga dapat menghadirkan hal yang tidak mengenakkan hati. Di mana keluarga besar berkumpul dan melontarkan topik pembicaraan yang bersifat privasi.

Ada 4 tips obrolan yang dapat kita lakukan saat momen Idul Fitri agar tetap seru dan tanpa menyinggung perasaan keluarga yang hadir, yaitu:

  1. Angkat topik pembicaraan tentang kegiatan yang dilakukan selama pandemi

Mengangkat topik pandemi tidak ada salahnya. Setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda-beda. Setidaknya, hal ini tidka menyinggung perasaan anggota keluarga yang hadir.

2. Bercerita tentang menu makanan yang disukai

Di saat Idul Fitri, biasanya tersaji beraneka makanan. Opor ayam biasa menjadi teman ketupat. Obrolan bisa dimulai dari rasa ketupat atau berbagai makanan yang menyertai.

3. Hindari bertanya tentang kehadiran anakĀ 

Biasanya, pertanyaan tentang 'momongan' sering ditujukan bagi keluarga baru yang baru menikah. Namun, bisa saja pertanyaan ini diberikan kepada keluarga yang sudah lama, tetapi hanya diberikan satu anak. Bisa saja kepada keluarga yang memiliki anak hanya laki-laki atau perempuan saja. Muncullah pertanyaan,"Kok belum ada yang cewek? Buatin dong." Mungkin perkataan-perkaatan seperti ini terkesan biasa. Namun, bagi sebagian orang bisa menyebabkan berpikir atau menimbulkan sakit hati.

4. Hindari bertanya tentang menikah kepada anak muda

Pertanyaan 'Kapan menikah?' menjadi pertanyaan klasik yang sering ditujukan kepada anak muda. Kesannya sederhana, tetapi bisa menjadi rasa tidak enak bagi yang mendapat pertanyaan tersebut jika dilontarkan terus menerus, atau dijadikan bahan bercanda di antara kelaurga besar.

Mudik adalah momen yang ditunggu. Jangan jadikan pembicaraan yang bersifat privasi menjadi konsumsi umum, terutama di kalangan keluarga besar. Biarlah kita senantiasa dapat mengontrol diri dan menempatkan tutur kata pada tempatnya.

Selamat menyambut Idul Fitri dengan hati yang damai.

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun