Git Agusti
Git Agusti Freelancer

Suka menulis apapun yang diinginkan untuk ditulis

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN

Berbuka dengan yang Manis, Haruskah?

21 Mei 2019   19:18 Diperbarui: 21 Mei 2019   19:35 8
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Berbuka dengan yang Manis, Haruskah?
Menu berbuka yang manis

Justru kemudian lebih baik untuk berbuka dengan air putih secukupnya untuk kembali menghidrasi tubuh dan membuat persentase air di dalam tubuh sesuai dengan kebutuhan. Dilanjutkan dengan makanan dan minuman yang memiliki kandungan gizi yang tinggi seperti buah-buahan, sayuran, susu dan sumber makanan/minuman yang menyehatkan lainnya. 

Adapun jika kemudian ingin mengkonsumsi makanan dan minuman yang manis yang memiliki kadar gula yang cukup tinggi harus diperhatikan pula agar tidak sampai berlebihan karena dapat menyebabkan timbulnya penyakit. Apalagi untuk orang yang telah memiliki riwayat penyakit kontra gula, ini tentu sangat berbahaya.

Makanan dan minuman yang gencar diiklankan tidak selamanya menyehatkan apalagi jika dikonsumsi dalam porsi berlebihan. Intinya adalah berbuka puasa boleh dengan makanan dan minuman apa saja selama itu halal dan menyehatkan. Jangan sampai kemudian manfaat berpuasa secara lahir menjadi tidak dapat dirasakan oleh kita sendiri karena kebiasaan buruk dalam bersantap menu berbuka puasa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun