Sofiah Rohul
Sofiah Rohul Freelancer

Holla Before doing something, do something different

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Proses Memaafkan, Masih Menyita Ingatan

29 April 2023   21:55 Diperbarui: 29 April 2023   21:58 583
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Proses Memaafkan, Masih Menyita Ingatan
Foto ilustrasi: lektur.id

Berkaca dari sini, meski saya tidak memberi contoh kasus, kiranya mari kita bersama-sama berpikir dahulu sebelum bertindak. Saya bukan ingin menggurui, sebab saya juga masih belajar. Jadi, mari kita belajar bersama dan saling mengingatkan untuk hidup yang lebih baik tanpa menyakiti siapapun termasuk menyakiti diri sendiri.

Kasus menyakiti diri sendiri pun kerap dialami setiap orang. Contohnya, belum bisa menerima luka dan trauma masa kecil entah itu karena bullying dan faktor lainnya yang hingga usianya yang terus bertumbuh belum kunjung sembuh.

Tidak tau mau cerita dengan siapa atau tidak ada tempat curhat dapat membuat pemilik luka dan trauma itu menjadi stress dan depresi. Syukur-syukur jika individu tersebut dapat mengatasi masalahnya sendiri. Yuk, mari miliki satu orang dalam hidup yang bisa diajak bertukar cerita agar luka lama yang masih bersarang di tubuh kita bisa kita maafkan.

Teman-teman sekalian, sekalipun dalam penerimaan proses maaf perlu mengeluarkan air mata, tumpahkanlah. Selagi, dapat menyelesaikan masalah. Terima kasih untuk kamu yang kuat yang sudah bisa memaafkan orang lain dan juga memaafkan diri sendiri. Mari tetap tumbuh dan kuat bersama. Cheers

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun