Syaiful Anwar
Syaiful Anwar Dosen

Dosen FEB, Peneliti, Penulis, Senang belajar https://bio.link/institutquran

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN

Happy Ramadhan 102: Uang THR dari Perspektif Ilmu Ekonomi

4 April 2024   14:05 Diperbarui: 4 April 2024   14:12 104
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Happy Ramadhan 102: Uang THR dari Perspektif Ilmu Ekonomi
Tebar Hikmah Ramadan. Sumber ilustrasi: PAXELS

Tradisi pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya perusahaan di Indonesia. Namun, di balik kegembiraan menerima tambahan pendapatan tersebut, ada kompleksitas ekonomi yang patut dipertimbangkan. Disini Kita akan menggali uang THR dari perspektif ilmu ekonomi, membahas dampaknya pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

1. Kontribusi terhadap Konsumsi dan Pertumbuhan Ekonomi

Pemberian uang THR memiliki dampak langsung pada konsumsi masyarakat. Berdasarkan teori ekonomi, peningkatan pengeluaran konsumsi akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Ketika masyarakat memiliki tambahan dana yang bisa digunakan untuk membeli barang dan jasa, hal ini akan menggerakkan roda ekonomi dengan meningkatkan permintaan terhadap produk-produk tersebut.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa setiap tahun, peningkatan pengeluaran konsumsi pada bulan penerimaan THR mencapai rata-rata 10-15%. Ini menandakan bahwa uang THR berperan sebagai stimulus bagi pertumbuhan ekonomi dalam skala yang signifikan.

2. Efek Pendorong pada Sektor Usaha

Selain meningkatkan konsumsi rumah tangga, pemberian uang THR juga berdampak positif pada sektor usaha. Permintaan yang meningkat akan mendorong pertumbuhan usaha, terutama pada sektor-sektor yang berhubungan dengan barang konsumsi dan hiburan.

Misalnya, sektor ritel dan pariwisata seringkali menjadi yang paling diuntungkan selama musim THR. Kenaikan permintaan ini tidak hanya menciptakan peluang bagi pengusaha lokal tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan menggerakkan rantai pasok secara keseluruhan.

3. Kontribusi terhadap Stabilitas Sosial

Aspek lain dari perspektif ekonomi adalah dampak sosial dari pemberian uang THR. Ketika masyarakat merasa dihargai dan diberi perlakuan yang adil oleh perusahaan tempat mereka bekerja, hal ini dapat meningkatkan kepuasan kerja dan stabilitas sosial.

Menurut teori ekonomi perilaku, karyawan yang puas cenderung lebih produktif dan berkontribusi lebih banyak pada pertumbuhan perusahaan. Dengan demikian, pemberian uang THR tidak hanya merupakan kewajiban moral bagi perusahaan tetapi juga investasi yang cerdas untuk meningkatkan kinerja dan stabilitas jangka panjang.

4. Tantangan dalam Pengelolaan Keuangan Pribadi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun