Syamsuddin
Syamsuddin Guru

Pembelajar sejati, praktisi dan pemerhati pendidikan

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN

Hadis Puasa dan Ramadan: Tanda-tanda Malam Lailatul Qadr

15 April 2023   09:07 Diperbarui: 15 April 2023   09:17 488
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tanda pada malam hari seperti suasana malam yang tenang dan cuaca cerah diserta udara yang teduh, tidak panas dan tidak dingin. Nabi menyebutkan samhah. Mungkin seperti bahasa sehari-hari kita, "cuaca bersahabat". Malam lailatul qadr malah sangat bersahabat.

Tanda lain pada waktu malam adalah bulan terbit seperti separuh mangkuk (mitslu syiqqi jafnah). Saya bertanya-tanya model bulan seperti ini biasanya di tanggal berapa ya?

Selanjutna tanda-tanda lailatul qadr yang ketahun pada pagi hari. Seperti sinar mata hari saat terbit denhan sinar yang cerah tapi tidak panas. Sinarnya terang tapi tidak menyengat. Sejak pagi hingga jelang siang warnanya kemerah-merahan. Sepanjang siang mata hari bersinar cerah terang tapi tidak menyengat. Siang hari seperti masih pagi aja.

Ada anaslisis bahwa sinar mata hari yang kemerah-merahan tersebut merupakan efek dari sinar mata hari di pagi hari masih terhalang oleh sayap para Malaikat yang sedang terbang balik pulang ke langit. Sebagaima diketahui bahwa pada malam Lailatul qadr bumi penuh sesak oleh banykanya Malaikat yang turun. Dan secara fisik malaikat itu bersayap.

Fokus Ibadah

Walau tanda-tanda lailtul qadr itu memang ada, tapi yang terpenting adalah fokus menghidupkan malam. Bukan sibuk mengintip dan mengintai suasana alam sepanjang malam. Bukan pula fokus mengamati cuaca pagi sampai siang/bahkan sore hari. Bukan sibuk mencocok-cocokkan keadaan dan suasan yang ada dan terjadi dengan tanda-tanda tersebut. Kalau terjadi dan mengalami, Alhamdulillah.

Tapi patut diketahu bahwa mengetahui, mengalami, dan atau melihat tanda-tanda tersebut bukan jaminan mendapat keutamaan lailatul qadr. Yang jadi jaminan adalah ''mengisi dan menghidupkan malam lailatul qadr" dengan ibadah seperti qiyam, do'a, salat tahajud, tilawah, dzikir,dan sebagainya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun