Tamita Wibisono
Tamita Wibisono Freelancer

Penulis Kumpulan Cerita Separuh Purnama, Creativepreuner, Tim Humas dan Kemitraan Cendekiawan Nusantara

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

E-Sport, Olahraga Antimainstream Zaman Now yang Wajib Dicoba Saat Puasa

29 April 2021   23:50 Diperbarui: 30 April 2021   00:11 1178
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
E-Sport, Olahraga Antimainstream Zaman Now yang Wajib Dicoba Saat Puasa
Dok.pri tangkap layar Esport

Olahraga selama bulan puasa? Kok "aras-arasen" ya. Paling banter menyapu, mengepel naik turun tangga itu sudah dianggap olahraga. Konon olahraga itu menggerakkan anggota badan untuk tujuan membakar kalori, sekedar mengeluarkan keringat. 

Namun ada juga lho olahraga yang secara fisik geraknya terbatas. Sebut saja catur. Mengangkat pion catur jelas tak seberat mengangkat barbel. Layaknya Menjentikkan tangan. Namun tak semua bisa memainkan catur. Konon hanya para ahli strategi saja yang betah berlama-lama main catur.

Era digital merubah semua yang tidak mungkin menjadi mungkin. Apa jadinya jika formula olahraga konsentrasi sekaligus permainan, bahkan menembak sasaran mewujud dalam sebuah layar perangkat komputer hingga


ditekuni. Lantas apa uniknya olahraga e-sport? Badan dalam posisi duduk menghadap layar komputer atau gadget. Kemudian kita memilih permaiann dengan tingkatan atau level tertentu. Orang awam menyebutnya sebagai games.

PubG salah satu permainan yang kerap dipilih sebagai lahan E-sport. Baik PubG mobil (melalui handphone) atau PubG Mobile Emulator melalui PC keduanya memiliki tingkat sportifitas yang sama.  Misalnya saja permainan mode survival 100 orang , butuh waktu 30 menit untuk menjadi the winner. Maka selama 30 menit itu pula gerak jari, gerak mata, dan juga gerak fikir harus sinergis dan sinkron. 

Olahraga kekinian ini juga kerap melatih sportifitas. Banyak perlombaan digelar secara perorangan ataupun team. Bahkan pesertanya lintas wilayah antar negara. Tak jarang hadiah e-sport sama seperti reward bagi para atlet yang memenangkan sebuah pertandingan olahraga yang membawa Harum nama bangsa.

Lumayan lah, 30 menit saya mencoba e-sport. Nyatanya bisa menjadi sarana refreshing sekaligus meningkatkan sportifitas dalam tiap permainan yang kita lakukan. Bukankah dalam olahraga, menjunjung tinggi sportifitas itu justru yang utama?

Memilih e-sport sebagai salah satu pilihan selama berpuasa, hemat energi waktu pun seolah berjalan cepat. Cocok untuk menunggu waktu berbuka.

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun