Tamita Wibisono
Tamita Wibisono Freelancer

Penulis Kumpulan Cerita Separuh Purnama, Creativepreuner, Tim Humas dan Kemitraan Cendekiawan Nusantara

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Finansial Ramadan Sehat : Dari The Power of Retjeh Hingga Jurus Kakeibo

16 April 2023   23:34 Diperbarui: 16 April 2023   23:39 1058
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Finansial Ramadan Sehat : Dari The Power of Retjeh Hingga Jurus Kakeibo
Dok.pri 

Dalam satu tahun berjalan selalu ada bulan special yang menjadikan kita harus menyiapkan uang ekstra. Ramadan salah satunya. Satu bulan sebelum lebaran, dengan segala macam kebutuhan ibadah puasa. 

Ada kalangan yang menyebut dengan kita berpuasa, maka menjadi cara untuk berhemat. Nyatanya banyak Ibu rumah tangga yang justru mengeluh meningkatnya pengeluaran di bulan puasa. Terlebih menjelang perayaan idul Fitri. Sudah pasti belanja kebutuhan dilakukan di akhir Ramadan.

Lantas apa kiranya yang bisa menjadikan keuangan tetap sehat selama Ramadan?! Prinsip jangan besar pasak dari pada tiang tetap berlaku. Jurus wajib, berapapun penghasilannya, usahakan seimbng dengan anggaran kebutuhan yang dikeluarkan.

Tak jarang untuk menutup kebutuhan ramadan yang meningkat jelang lebaran, cukupkah hanya mengandalkan THR?!. Iya jika pekerjanya mendapat fasilitas THR, jika tidak? Maka kejar setoran adalah Koentji. Mereka para pekerja lepas kerap menambah jam kerja mereka, rela rbur selama puasa agar mendapat pemasukan lebih. 

Begitu juga dengan emak-emak yang kreatif, ada saja cara mereka untuk kejar setoran. Mulai dari berjualan aneka kue lebaran, takjil, baju, mukena dan kebutuhan lain yang banyak diminati sesama emak yang rejekinya berlebih.

Kejar setoran boleh, sah-sah saja dilakukan untuk menutupi kebutuhan tambahan selama Ramadan. Namun ingat agar tetap hemat dan tidak boros. Dengan kita mendapat uang tambahan bukan berarti bertambah pula daftar kebutuhan.

Dok.pri The power of Retjeh
Dok.pri The power of Retjeh

Bila kejar setoran dirasa masih kurang, boleh dicoba jurus the power of retjeh. Jangan sepelekan nominal rupiah kecil sebut saja 500 hingga 1000 rupiah. Biasanya uang receh kita terima sebagi kembalian belanja, kembalian parkir. 

Pernahkan kita mencoba mengumpulkan pundi-pundi receh yang jika dikumpulkan selama 10 bulan saja hasilnya lumayan, dan bisa digunakan untuk menambah kebutuhan tak terduga selama ramadan. Memandang sebelah mata pada uang receh sungguh menyesal kemudian. 

Sudah lebih dari tiga tahun saya selalu menggunakan jurus the power of retjeh. Setelah lebaran, uang koin 500-100 ataupun lembaran 1000-2000 saya kumpulkan setiap hari. Minimal 2000/hari. Mari kita hitung dengan matematika sederhana. Jika dalam 1 tahun kita bisa mengumpulkan 2000x 300 hari saja jumlahnya lumayan. Apalagi jika pada hari-hari tertentu kita bisa mengumpulkan receh sebesar 5000-10.000. pastinya jumlah yang kita dapatkan juga akan lumayan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun