Taufiq Agung Nugroho
Taufiq Agung Nugroho Penulis

Seorang bapak-bapak berkumis pada umumnya yang kebetulan berprofesi sebagai Asisten Peneliti lepas di beberapa lembaga penelitian. Selain itu saya juga mengelola dan aktif menulis di blog mbahcarik.id

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN

Mengelola Uang THR Anak untuk Investasi Masa Depan yang Lebih Cerah

2 April 2025   06:44 Diperbarui: 2 April 2025   06:44 140
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Mengelola Uang THR Anak untuk Investasi Masa Depan yang Lebih Cerah
Ilustrasi mengelola THR anak (Sumber: Leonardo AI)

"Kelola uang THR anak dengan bijak—bukan sekadar dihabiskan, tapi dijadikan investasi cerdas untuk masa depan yang lebih cerah!"

Setiap tahun, anak-anak mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) atau biasa juga disebut angpao dari orang tua, kakek-nenek, atau kerabat. Namun, sering kali uang tersebut langsung dihabiskan untuk membeli mainan, makanan, atau hal lain yang sifatnya konsumtif. Padahal, jika dikelola dengan baik, uang THR ini bisa menjadi awal yang baik untuk membangun kebiasaan finansial yang sehat.

Selain itu, mengajarkan anak tentang cara mengelola uang sejak dini memiliki manfaat jangka panjang. Anak-anak yang terbiasa menabung dan memahami nilai uang akan lebih siap menghadapi tantangan finansial di masa depan. Dengan begitu, mereka tidak hanya mengandalkan uang dari orang tua tetapi juga bisa belajar mandiri secara finansial sejak dini.

THR Anak Hak Siapa Sebenarnya?

Sebagian orang tua menganggap bahwa THR anak adalah bagian dari keuangan keluarga dan boleh digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Namun, sebetulnya uang ini adalah hak anak. Sebaiknya, orang tua berperan sebagai pengelola yang bijak untuk membantu mereka memahami konsep menabung dan investasi.

Alih-alih langsung mengambil alih uang tersebut, orang tua bisa mengajak anak berdiskusi. Misalnya, dengan menanyakan, "Kamu ingin menggunakan uang ini untuk apa?" Dari situ, orang tua bisa memberikan arahan tanpa terlihat mendikte. Misalnya, jika anak ingin membeli mainan, coba ajak mereka berpikir ulang: "Kalau uang ini ditabung, tahun depan bisa beli mainan yang lebih bagus, lho."

Dampak Menghamburkan THR Anak Tanpa Perencanaan

Tanpa perencanaan, uang THR anak bisa habis begitu saja tanpa memberikan manfaat jangka panjang. Hal ini bisa membuat anak terbiasa dengan pola konsumtif dan sulit memahami nilai uang.

Contoh sederhana: seorang anak yang langsung menghabiskan uang THR-nya untuk jajan tanpa berpikir panjang. Akibatnya, dalam beberapa hari uang tersebut habis, dan ketika ada keinginan untuk membeli sesuatu yang lebih penting, mereka tidak punya dana. Kebiasaan ini, jika terus berlanjut, bisa berdampak pada pola pikir boros hingga dewasa.

Menabung THR Anak untuk Pendidikan, Kenapa Penting?

1. Kenaikan Biaya Pendidikan di Indonesia

Mengacu pada data dari Badan Pusat Statistik (BPS), biaya pendidikan di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Dengan perencanaan yang matang, uang THR anak bisa menjadi salah satu sumber dana pendidikan di masa depan.

Orang tua sering kali tidak menyadari bahwa biaya pendidikan bukan hanya uang sekolah saja, tetapi juga mencakup buku, seragam, kursus tambahan, hingga biaya kuliah yang semakin mahal. Jika sejak kecil anak sudah memiliki dana pendidikan dari THR mereka sendiri, beban keuangan keluarga di masa depan bisa lebih ringan.

2. Membangun Kebiasaan Finansial yang Baik Sejak Dini

Menurut artikel Otoritas Jasa Keuangan (OJK), anak-anak yang diajarkan menabung sejak dini memiliki kecenderungan untuk lebih bertanggung jawab terhadap keuangan mereka saat dewasa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

Nunggu Bedug Makin Seru di Bukber Kompasianer

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.

Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun