Seorang bapak-bapak berkumis pada umumnya yang kebetulan berprofesi sebagai Asisten Peneliti lepas di beberapa lembaga penelitian. Selain itu saya juga mengelola dan aktif menulis di blog mbahcarik.id
Mengelola Uang THR Anak untuk Investasi Masa Depan yang Lebih Cerah
Ketika anak memahami bahwa menabung adalah bagian dari kebiasaan baik, mereka akan lebih menghargai uang yang dimiliki. Bahkan, beberapa anak bisa mulai belajar berinvestasi kecil-kecilan, seperti menyisihkan THR mereka untuk membeli emas atau reksa dana.
Opsi Tabungan dan Investasi untuk THR Anak
1. Tabungan Pendidikan, Apakah Worth It?
Tabungan pendidikan adalah salah satu opsi yang paling populer. Produk ini biasanya menawarkan bunga kompetitif dan fleksibilitas dalam pencairan dana.
Namun, penting untuk memilih produk tabungan yang tidak hanya aman tetapi juga menguntungkan. Beberapa bank menawarkan tabungan pendidikan dengan suku bunga lebih tinggi dari tabungan biasa. Selain itu, orang tua bisa mempertimbangkan asuransi pendidikan yang memberikan proteksi tambahan.
2. Reksa Dana, Pahami Risiko dan Keuntungannya
Reksa dana pasar uang bisa menjadi pilihan bagi orang tua yang ingin menginvestasikan uang THR anak dengan risiko rendah namun tetap menghasilkan keuntungan lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa.
Misalnya, jika anak mendapatkan THR Rp1 juta dan diinvestasikan dalam reksa dana pasar uang dengan imbal hasil 5% per tahun, dalam lima tahun jumlahnya bisa bertambah tanpa harus ditambah secara rutin.
3. Logam Mulia, Kira-kira Cocok untuk Anak Atau Tidak?
Investasi emas memiliki keunggulan karena nilai asetnya cenderung naik dalam jangka panjang. Beberapa platform bahkan menawarkan tabungan emas digital yang memungkinkan investasi mulai dari nominal kecil.
Jika dibandingkan dengan uang tunai, emas lebih tahan terhadap inflasi. Sehingga, menyisihkan uang THR anak untuk membeli emas bisa menjadi langkah cerdas untuk menyimpan nilai aset dalam jangka panjang.
Cara Praktis Mengelola Uang THR Anak
1. Penerapan Aturan 50-30-20 untuk THR Anak
Pendekatan ini bisa diterapkan untuk uang THR anak:
- 50% untuk ditabung atau diinvestasikan
- 30% untuk kebutuhan atau keinginan anak
- 20% untuk berbagi, seperti donasi atau hadiah untuk orang lain
Dengan aturan ini, anak tetap bisa menikmati THR-nya tanpa harus menghabiskannya dalam sekejap.
2. Melibatkan Anak dalam Proses Keuangan
Agar anak memahami pentingnya pengelolaan uang, orang tua bisa melibatkan mereka dalam proses perencanaan keuangan. Misalnya, dengan mendiskusikan tujuan menabung dan memberikan mereka kebebasan memilih metode investasi.
3. Menghindari Pengaruh Konsumtif dari Lingkungan
Lingkungan sosial bisa memengaruhi pola konsumsi anak. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memberikan pemahaman bahwa tidak semua uang harus langsung dihabiskan.
Bercerita +SELENGKAPNYA
Ketemu di Ramadan

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.
Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025