Seorang bapak-bapak berkumis pada umumnya yang kebetulan berprofesi sebagai Asisten Peneliti lepas di beberapa lembaga penelitian. Selain itu saya juga mengelola dan aktif menulis di blog mbahcarik.id
Mengelola Uang THR Anak untuk Investasi Masa Depan yang Lebih Cerah
"Kelola uang THR anak dengan bijak—bukan sekadar dihabiskan, tapi dijadikan investasi cerdas untuk masa depan yang lebih cerah!"
Setiap tahun, anak-anak mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) atau biasa juga disebut angpao dari orang tua, kakek-nenek, atau kerabat. Namun, sering kali uang tersebut langsung dihabiskan untuk membeli mainan, makanan, atau hal lain yang sifatnya konsumtif. Padahal, jika dikelola dengan baik, uang THR ini bisa menjadi awal yang baik untuk membangun kebiasaan finansial yang sehat.
Selain itu, mengajarkan anak tentang cara mengelola uang sejak dini memiliki manfaat jangka panjang. Anak-anak yang terbiasa menabung dan memahami nilai uang akan lebih siap menghadapi tantangan finansial di masa depan. Dengan begitu, mereka tidak hanya mengandalkan uang dari orang tua tetapi juga bisa belajar mandiri secara finansial sejak dini.
THR Anak Hak Siapa Sebenarnya?
Sebagian orang tua menganggap bahwa THR anak adalah bagian dari keuangan keluarga dan boleh digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Namun, sebetulnya uang ini adalah hak anak. Sebaiknya, orang tua berperan sebagai pengelola yang bijak untuk membantu mereka memahami konsep menabung dan investasi.
Alih-alih langsung mengambil alih uang tersebut, orang tua bisa mengajak anak berdiskusi. Misalnya, dengan menanyakan, "Kamu ingin menggunakan uang ini untuk apa?" Dari situ, orang tua bisa memberikan arahan tanpa terlihat mendikte. Misalnya, jika anak ingin membeli mainan, coba ajak mereka berpikir ulang: "Kalau uang ini ditabung, tahun depan bisa beli mainan yang lebih bagus, lho."
Dampak Menghamburkan THR Anak Tanpa Perencanaan
Tanpa perencanaan, uang THR anak bisa habis begitu saja tanpa memberikan manfaat jangka panjang. Hal ini bisa membuat anak terbiasa dengan pola konsumtif dan sulit memahami nilai uang.
Contoh sederhana: seorang anak yang langsung menghabiskan uang THR-nya untuk jajan tanpa berpikir panjang. Akibatnya, dalam beberapa hari uang tersebut habis, dan ketika ada keinginan untuk membeli sesuatu yang lebih penting, mereka tidak punya dana. Kebiasaan ini, jika terus berlanjut, bisa berdampak pada pola pikir boros hingga dewasa.
Menabung THR Anak untuk Pendidikan, Kenapa Penting?
1. Kenaikan Biaya Pendidikan di Indonesia
Mengacu pada data dari Badan Pusat Statistik (BPS), biaya pendidikan di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Dengan perencanaan yang matang, uang THR anak bisa menjadi salah satu sumber dana pendidikan di masa depan.
Orang tua sering kali tidak menyadari bahwa biaya pendidikan bukan hanya uang sekolah saja, tetapi juga mencakup buku, seragam, kursus tambahan, hingga biaya kuliah yang semakin mahal. Jika sejak kecil anak sudah memiliki dana pendidikan dari THR mereka sendiri, beban keuangan keluarga di masa depan bisa lebih ringan.
2. Membangun Kebiasaan Finansial yang Baik Sejak Dini
Menurut artikel Otoritas Jasa Keuangan (OJK), anak-anak yang diajarkan menabung sejak dini memiliki kecenderungan untuk lebih bertanggung jawab terhadap keuangan mereka saat dewasa.
Ketika anak memahami bahwa menabung adalah bagian dari kebiasaan baik, mereka akan lebih menghargai uang yang dimiliki. Bahkan, beberapa anak bisa mulai belajar berinvestasi kecil-kecilan, seperti menyisihkan THR mereka untuk membeli emas atau reksa dana.
Opsi Tabungan dan Investasi untuk THR Anak
1. Tabungan Pendidikan, Apakah Worth It?
Tabungan pendidikan adalah salah satu opsi yang paling populer. Produk ini biasanya menawarkan bunga kompetitif dan fleksibilitas dalam pencairan dana.
Namun, penting untuk memilih produk tabungan yang tidak hanya aman tetapi juga menguntungkan. Beberapa bank menawarkan tabungan pendidikan dengan suku bunga lebih tinggi dari tabungan biasa. Selain itu, orang tua bisa mempertimbangkan asuransi pendidikan yang memberikan proteksi tambahan.
2. Reksa Dana, Pahami Risiko dan Keuntungannya
Reksa dana pasar uang bisa menjadi pilihan bagi orang tua yang ingin menginvestasikan uang THR anak dengan risiko rendah namun tetap menghasilkan keuntungan lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa.
Misalnya, jika anak mendapatkan THR Rp1 juta dan diinvestasikan dalam reksa dana pasar uang dengan imbal hasil 5% per tahun, dalam lima tahun jumlahnya bisa bertambah tanpa harus ditambah secara rutin.
3. Logam Mulia, Kira-kira Cocok untuk Anak Atau Tidak?
Investasi emas memiliki keunggulan karena nilai asetnya cenderung naik dalam jangka panjang. Beberapa platform bahkan menawarkan tabungan emas digital yang memungkinkan investasi mulai dari nominal kecil.
Jika dibandingkan dengan uang tunai, emas lebih tahan terhadap inflasi. Sehingga, menyisihkan uang THR anak untuk membeli emas bisa menjadi langkah cerdas untuk menyimpan nilai aset dalam jangka panjang.
Cara Praktis Mengelola Uang THR Anak
1. Penerapan Aturan 50-30-20 untuk THR Anak
Pendekatan ini bisa diterapkan untuk uang THR anak:
- 50% untuk ditabung atau diinvestasikan
- 30% untuk kebutuhan atau keinginan anak
- 20% untuk berbagi, seperti donasi atau hadiah untuk orang lain
Dengan aturan ini, anak tetap bisa menikmati THR-nya tanpa harus menghabiskannya dalam sekejap.
2. Melibatkan Anak dalam Proses Keuangan
Agar anak memahami pentingnya pengelolaan uang, orang tua bisa melibatkan mereka dalam proses perencanaan keuangan. Misalnya, dengan mendiskusikan tujuan menabung dan memberikan mereka kebebasan memilih metode investasi.
3. Menghindari Pengaruh Konsumtif dari Lingkungan
Lingkungan sosial bisa memengaruhi pola konsumsi anak. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memberikan pemahaman bahwa tidak semua uang harus langsung dihabiskan.
Orang tua bisa memberikan contoh dengan cara mereka sendiri dalam mengelola uang, sehingga anak bisa melihat bahwa menabung adalah hal yang wajar dan penting.
Kesalahan Umum dalam Mengelola Uang THR Anak
1. Menggunakan THR Anak untuk Kepentingan Orang Tua
Sebagian orang tua mengambil uang THR anak untuk keperluan rumah tangga. Ini bisa memberikan kesan bahwa uang mereka tidak benar-benar menjadi milik mereka sendiri.
2. Tidak Memberikan Pemahaman Tentang Keuangan
Banyak orang tua yang hanya menyimpan uang THR anak tanpa menjelaskan konsep menabung dan investasi. Padahal, pemahaman ini sangat penting untuk masa depan anak.
Saatnya Mengubah Pola Pikir!
Kesimpulannya, mengelola uang THR anak dengan bijak bukan hanya soal menabung, tetapi juga membangun kebiasaan finansial yang sehat. Dengan strategi yang tepat, uang THR bisa menjadi investasi jangka panjang yang bermanfaat bagi masa depan mereka.
Sebagai orang tua, memberikan contoh nyata dalam pengelolaan keuangan juga sangat penting. Jika anak melihat bahwa orang tuanya juga disiplin dalam mengatur uang, maka mereka akan lebih mudah meniru dan menerapkannya dalam kehidupan mereka sendiri.
Bercerita +SELENGKAPNYA
Ketemu di Ramadan

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.
Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025