Rabbani Motivator, Leadership and Sales Expert and Motivational Public Speaker. Instagram : @taura_man Twitter : Taufik_rachman Youtube : RUBI (Ruang Belajar dan Inspirasi) email : taura_man2000@yahoo.com
Menghidupkan Semangat "Khulafaur Rasyidin" dalam Kehidupan Masa Kini
Kita tentu tidak akan membahas lagi derajat keshalihan para sahabat ini. Kita pasti sudah khatam mendengar cerita tentang mereka. Tapi kita telisik hal yang cukup menonjol di utsman adalah jiwa wirausahanya yang sangat aduhai.
Kisah membeli sumur orang yahudi yang digunakan untuk kaum muslimin hanyalah sekelumit kisah dari kejelian Utsman dalam berpola pikir wirausaha untuk kepentingan umat islam.
Islam tidak hanya butuh para orator ulung untuk membangun masjid. Membangun masjid butuh semen, pasir, batu bata, seng dan lain sebagainya. Islam butuh Utsman-Ustman masa kini yang harus ditumbuhkan di negeri tercinta ini atau minimal di kampung kita.
Carilah para penyandang dana di kampung kita. Kalau ada, maka berkolaborasilah dengan mereka. Ingat, hampir seluruh agenda di dunia ini butuh anggaran dan lain sebagainya. Sebuah kampung akan aman dan cepat maju kalau didukung sokongan finansial yang mumpuni juga. Kita tidak bisa mengabaikan hal itu meski bukan yang utama.
4. 'Ali - Tokoh Muda yang Cerdas
Kampung punya tokoh yang dituakan, punya pemimpin yang tegas, punya pribadi yang berkonsep wirausaha, maka belum sempurna jika tidak ada calon penerus (tokoh muda) yang cerdas untuk mengeksekusi banyak ide-ide brilian.
Ya, di kampung kita perlu "Ali-Ali" yang baru. Cari dan temukan "Ali" ini di kampung kita masing-masing. Tokoh muda yang cerdas perlu kita tumbuhkembangkan. Jangan halangi anak muda yang ingin maju. Sebaliknya, dukung dan sokong mereka dengan apa yang kita bisa.
***
Jika di tempat kita berada ada gambaran 4 tokoh ini, maka jangan kaget kalau kampung dan daerah kita akan cepat maju dan berkembang. Ini adalah pelajaran dahsyat yang bisa kita ambil dari para khulafaur rasyidin untuk kita terapkan hari ini, di tempat kita masing-masing.
Coba resapi, kenapa kampung kita belum juga maju padahal sudah diduduki oleh 38 kades secara bergantian (misalnya)? Saya yakin sepertinya Anda sudah mulai menemukan jawabannya sekarang.
Semoga bermanfaat
Salam bahagia