TJIPTADINATA EFFENDI
TJIPTADINATA EFFENDI Konsultan

Lahir di Padang,21 Mei 1943

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Toleransi Menyembatani Semua Perbedaan

18 April 2022   19:30 Diperbarui: 18 April 2022   19:33 729
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Toleransi Menyembatani Semua Perbedaan
Menjadi sahabat semua orang adalah sebuah kebahagiaan tersendiri/dokumentasi pribadi

Serta Menutup Semua Jurang Pemisah

Toleransi dapat dimaknai dengan hidup saling bertenggang rasa. Hal yang sangat mendasar untuk menyembatani berbagai perbedaan dalam hidup ini dan sekaligus menutupi semua celah dan jurang, yang dapat menciptakan jarak antara kita dengan lingkungan. 

Ada begitu banyak contoh nyata yang dapat dijadikan pelajaran berharga, betapa orang kaya yang tidak mau bergaul dengan orang yang dianggap tidak selevel, sehingga menciptakan jarak antara keluarganya dan masyarakat disekitarnya.  

Hidup bertoleransi bukan hanya semata mata karena beda budaya dan agama,tapi bisa saja terjadi orang yang sesuku dan seiman, tapi tidak merasa perlu hidup bertenggang rasa dengan orang orang yang dianggap secara financial tidak selevel dengan dirinya.

Membuka diri untuk bersahabat dengan siapa saja/dokumentasi pribadi
Membuka diri untuk bersahabat dengan siapa saja/dokumentasi pribadi

Belajar dari kegagalan orang lain ,sama pentingnya dengan belajar dari kesuksesan 

Salah seorang yang termasuk kaya di kampung halaman saya di kota Padang, selalu menjaga jarak dengan lingkungannya. Bukan hanya dengan orang yang beda suku dan beda agama,tapi semua orang yang dianggap tidak selevel dengan dirinya. Antara lain, tidak pernah mau ikut dalam berbagai kegiatan sosial, melainkan hanya membayar orang lain, untuk hadir mewakili dirinya. 

Pada waktu itu, masih ada ronda malam, tetapi Tedi (bukan nama sebenarnya) tidak pernah sekalipun singgah di Pos Ronda, apalagi ikut ronda malam, karena merasa sudah membayar: "joki" mewakili dirinya.

Saat Meninggal Tidak Ada Yang Datang Melayat

Suatu waktu Tedy jatuh sakit. Walaupun uangnya berjibun,tapi tidak mampu memperpanjang usianya. Walaupun semua dokter specialist sudah dikerahkan untuk mengobatinya. Tedy tidak dapat menolak takdirnya. Biasanya di kota Padang,bila ada yang meninggal dunia, maka para tetangga dan sanak famili datang melayat, walaupun rumah yang meninggal berada didalam gang sempit. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun