Bunda Widya
Bunda Widya Lainnya

Pensiunan. Bergabung di Kompasiana 10 Mei 2013. Nenek seorang Cucu, penggemar setia Timnas Garuda dan Manchester United.

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Malam Lailatul Qodar

4 April 2024   07:17 Diperbarui: 4 April 2024   07:45 177
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Malam Lailatul Qodar
Ilustrasi Sumber Foto Pixabay

Ramadan yang sudah memasuki 10 malam terakhir adalah momen sangat berharga bagi kemungkinan hadirnya malam Lailatul Qodar bersama kita. 

Kemudian amalan apa saja yang bisa dilakukan pada 10 malam terakhir di bulan Ramadan agar malam Lailatul Qodar tersebut menjadi miliki kita. 

Setiap hari melakukan amal dengan bersedekah kepada siapa saja minimal Rp 1.000 dalam 10 malam terakhir ini sehingga apabila Lailatul Qadar jatuh pada 10 malam terakhir maka sama dengan kita menyedekahkan sebanyak Rp 1.000 selama 84 tahun atau Rp 1.000 x 365 hari x 84 tahun. 

Mengerjakan salat sunah minimal 2 rakaat setiap malam sehingga jika Lailatul Qadar jatuh pada 10 malam terakhir maka sama dengan kita melakukan salat dua (2) rakaat selama 84 tahun atau 2 rakaat x 365 hari x 84 tahun. 

Membaca surat Al Ikhlas minimal 3 kali setiap malam hingga apabila Lailatul Qadar jatuh pada 10 malam terakhir maka sama dengan kita mengkhatamkan Quran selama 84 tahun. 

Jangan menunggu hingga malam ke 27 untuk memperbanyak amal shaleh dan beribadah semaksimal mungkin. 

Karena seluruh malam dari sepuluh malam terakhir seharusnya harus menjadi target. Oleh karena itu setiap malam harus terjaga agar jtidak terlewati kesempatan untuk meraih Lailatul Qadar. 

Membaca Tafsir dari surat Al-Qadar dengan memahami apa yang sesungguhnya terjadi pada Lailatul Qadar. Kita akan merasakan keagungan dan kekuatannya, insya Allah. 

Bersabar adalah kunci untuk mendapatkan Lailatul Qodar.  Terjaga selama 10 malam terakhir Ramadan mungkin sangat melelahkan. 

Namun ini adalah saat untuk mengerahkan kesabaran dengan menguatkan tekad. Kita harus tetap ingat bahwa Allah telah memberi kita kesempatan berharga dengan luas ampunanNya pada momen Lailatul Qodar tersebut. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun