Pramudya Arie
Pramudya Arie Penulis

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian. (Pramoedya Ananta Toer)

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Meniti Jejak Suci: Panduan Praktis Manasik Umroh

3 April 2024   07:11 Diperbarui: 3 April 2024   07:46 668
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Meniti Jejak Suci: Panduan Praktis Manasik Umroh
dok. pribadi 

Hai, teman-teman! Siapa yang tidak ingin mengikuti perjalanan ke tanah suci Makkah dan Madinah untuk melaksanakan umrah? Pasti seru banget, kan? Nah, sebelum kita berangkat, kita perlu tahu dulu tentang tata cara manasik umrah. Jangan khawatir, saya akan sampaikan dengan dengan gaya santai biar lebih asyik! Siap-siap, yuk mulai!

1. Niat, Sahabat Utama di Perjalanan Ini
Pertama-tama, sebelum mulai, kita harus punya niat yang tulus untuk melaksanakan umrah. Ingat, niat kita harus murni karena kita melakukan perjalanan ini semata-mata karena Allah SWT. Jadi, sebelum berangkat, pastikan kita punya niat yang kuat dan tulus, ya!

Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang dia niatkan." (HR. Bukhari & Muslim)

2. Ihram, Atribut Khas Perjalanan Kita
Nah, setelah punya niat, langkah selanjutnya adalah mengenakan pakaian ihram. Ihram ini bukan cuma sekadar pakaian, tapi simbol khusus yang menunjukkan kita sedang dalam keadaan ihram, yang artinya kita dalam perjalanan suci menuju Baitullah.

"Dan pakaianmu hendaklah adalah pakaian ihram. Setiap kali kamu bertemu dengan manusia, maka janganlah kamu memakai pakaian dari kain ihram itu sampai kamu telah suci (dari ihram)." (QS. Al-Baqarah: 197)

3. Tawaf, Mengelilingi Ka'bah dengan Khusyuk
Waktu tiba, kita akan mulai ritual pertama kita: tawaf! Ini adalah momen yang bikin hati berdebar-debar karena kita akan mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali dengan penuh khusyuk dan kekhusyu'an. Kita melangkah searah jarum jam sambil berdoa dan mengharap ridha Allah SWT.

 "Sesungguhnya Al-Safa dan Al-Marwah adalah sebahagian dari syi'ar Allah, maka barangsiapa yang menunaikan haji atau umrah ke Baitullah, tidak ada dosa baginya jika ia mengerjakan sa'i di antara kedua bukit itu." (QS. Al-Baqarah: 158)

4. Sa'i, Menapaki  Jejak Ibunda Hajar
Setelah tawaf, saatnya melakukan sa'i antara bukit Shafa dan Marwah. Kita akan mengikuti Ibunda Hajar yang mencari air di padang pasir dengan ketabahan hati. Saat melakukan sa'i, kita diingatkan untuk selalu bersabar dan bertawakal kepada Allah SWT.

"Sesungguhnya di dalam kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al-Safa dan Al-Marwah adalah sebahagian dari syi'ar Allah." (QS. Al-Baqarah: 158-159)

5. Tahallul, Mengakhiri Ihram
Yeay, selesai juga semua ritual umrah! Saatnya kita melakukan tahallul, yang artinya kita bisa melepaskan pakaian ihram dan kembali ke kehidupan sehari-hari dengan hati yang bersih dan bahagia. Jangan lupa ucapkan takbir dan berdoa untuk diberikan keselamatan.

 "Maka kerjakanlah haji dan umrah karena Allah." (QS. Al-Baqarah: 196)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun