Yudhistira Widad Mahasena
Yudhistira Widad Mahasena Desainer

He/him FDKV Widyatama '18

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

#MendadakDakwah Eps 24: Islam dan IPTEK

26 April 2022   19:11 Diperbarui: 26 April 2022   19:16 658
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
#MendadakDakwah Eps 24: Islam dan IPTEK
Tebar Hikmah Ramadan. Sumber ilustrasi: PAXELS

3. Al-Khawarizmi (780-850)
Bagi Anda yang suka pelajaran matematika semasa sekolah, pasti tahu tentang materi aljabar. Penggagas aljabar ternyata seorang cendekiawan Muslim. Muhammad bin Musa al-Khawarizmi adalah seorang matematikawan dari Khwarazm, Persia, yang menghasilkan karya yang sangat berpengaruh dalam bidang matematika, astronomi, dan geografi. Beliau dijuluki "Bapak Algoritma" dan "Bapak Aljabar".

Beberapa materi aljabar yang pernah diajarkan saat kita SMP dan SMA:
1. Eksponen dan logaritma
2. Sistem persamaan linier
3. Pertidaksamaan nilai mutlak
4. Relasi dan fungsi
5. Persamaan kuadrat
6. Matriks
7. Pemrograman linier
8. Fungsi komposisi dan fungsi invers
9. Persamaan garis lurus
10. Persamaan lingkaran

Tanpa otak cerdas dan pemikiran Al-Khawarizmi, tidak akan pernah kita diajarkan materi-materi di atas saat belajar matematika.

4. Ibnu Rusyd (1126-1198)
Ibnu Rusyd, yang sering dilatinkan menjadi Averroes, adalah seorang matematikawan dan ahli hukum Muslim dari Andalusia, Spanyol yang menulis tentang berbagai bidang keilmuan, termasuk filosofi, teologi, kedokteran, astronomi, fisika, psikologi, matematika, fikih dan hukum Islam, dan linguistik. Beliau lahir di Cordoba, Spanyol dan meninggal di Marakesh, Maroko.

Ibnu Rusyd terkenal karena menulis beberapa kitab seperti Bidayat al-Mujtahid, Kulliyat fi at-Tibb, Fasl al-Maqal fi Ma Bain al-Hikmat wa asy-Syari'at, dan Tahafut at-Tahafut. Beliau bahkan menyempurnakan kitab Al-Muwaththa karya Imam Malik yang dipelajari bersama ayahnya.

5. Al-Fazari (746-806)
Mungkin Anda bertanya, siapakah astronom Muslim pertama di dunia? Oho, beliau adalah Al-Farazi. Beliau tidak hanya tokoh astronomi Muslim pertama, tetapi juga ahli astronomi yang pertama kali menggunakan Astrolab.

Itu hanya beberapa dari sekian banyak ilmuwan Muslim yang mengubah cara kita berpikir tentang sains selamanya. Selain mereka, ada juga Al-Farabi, Ibnu Haitham, Al-Kindi, Ibnu Khaldun, Imam al-Ghazali, dll. Sebagai Muslim calon penerus cendekiawan terdahulu, kita harus berterima kasih kepada mereka. Semoga kita bisa meneruskan pemikiran dan ide-ide cemerlang mereka di masa yang akan datang.

Stay tuned besok karena kita akan membahas sejarah perkembangan Islam di Indonesia. Sebagai negara dengan penduduk Islam terbanyak di dunia, kita memiliki sejarah panjang masuknya Islam ke negara kita.

Tabik,
Yudhistira Mahasena

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun