Zia ul Haramein
Zia ul Haramein Guru

Kutulis apa yang kubaca dan pahami, tak peduli engkau setuju atau murka

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

[Renungan Ramadan] Jangan Jadi Hamba yang Merugi! (Part 1)

13 April 2021   08:22 Diperbarui: 13 April 2021   09:58 1998
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
[Renungan Ramadan] Jangan Jadi Hamba yang Merugi! (Part 1)
Tebar Hikmah Ramadan. Sumber ilustrasi: PAXELS

Allah telah membukakan kesempatan bagi kita meraup banyak keuntungan di bulan ini. Alangkah bodohnya seorang muslim saat kesempatan emas ini datang namun tidak dimanfaatkan sebaik mungkin. Ia justru menghabiskan hari-hari Ramadan dengan bermalas-malasan, atau bahkan dengan tetap bermaksiat. Wal-iyadzu billah. Jangan jadi hamba yang merugi!

Ganjaran Orang yang Berpuasa

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Ramadan dengan segala keutamaannya, menjadi ladang bagi setiap muslim untuk memanen pahala. Ibadah yang paling utama di bulan ini ialah berpuasa. Sebagaimana hadis di atas, puasa adalah satu-satunya ibadah individual yang ada kepentingan Allah di situ, yaitu Dia yang langsung mengganjarnya. Selain itu Allah menyiapkan surga khusus di akhirat kelak untuk mereka yang gemar berpuasa, pintu surga itu bernama al-Rayyan.

إِنَّ فِى الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ ، فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ ، فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ

"Di surga kelak ada sebuah pintu yang disebut al-Rayyan, yang akan dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa. Tidak dimasuki oleh selain mereka. Ketika mereka semua telah masuk, maka ia akan dikunci sehingga tidak ada lagi yang memasukinya". [HR. Bukhari dan Muslim]

Luput kita sadari bahwa puasa adalah ibadah yang tidak terdapat celah untuk riya'. Bukan terbebas dari riya' sama sekali, sebagaimana pendapat Ibnu al-Jauzi, namun sulit mencari celah kemungkinan pelakunya melakukan riya'. Mari kita ambil contoh; shalat nafilah (sunnah, sebagai tambahan) misalnya. Setulus apapun upaya seseorang untuk ikhlas, setan bisa saja membisikkan si hamba yang sedang shalat ini untuk menambahkan rakaat atau bacaannya agar orang lain di belakangnya merasa kagum. Begitu pula dalam membayar zakat. Bisa saja hati sang muzakki terbesit untuk mendokumentasikan amalnya dengan video, lalu disebarkan demi mendapat 'like' di media sosial.

Dengan demikian puasa menjadi ibadah yang pahalanya tidak dapat diterka. Imam al-Qurthubi dalam tafsirnya menyatakan bahwa amal ibadah manusia dilipatgandakan pahalanya antara 10 kebaikan hingga 700 kali lipat, kecuali puasa. Allah yang akan langsung memberi 'penghargaan' tiada batas, selain dari pelipatgandaan tersebut. Gunakanlah kesempatan emas ini. Dan jangan jadi hamba yang merugi!

Bersambung, insyaAllah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun