Seekor mahasiswa perantauan di Yogyakarta yang aktif membahas seputar kehidupan di Yogyakarta, berbagai permasalahan sosial, tren viral seputar game dan film, sejarah, serta kisah cinta yang paling mendalami peran.
Lebaran Minimalis, Menemukan Makna di Balik Sederhana dan Penuh Kebahagiaan

Tapi, kenapa sih Lebaran kali ini terasa lebih sederhana? Apa sebenarnya makna di balik kesederhanaan ini?
Dari tahun ke tahun, keluarga kami memang merayakan Lebaran dengan cara yang simpel. Tidak ada yang mewah, tapi tetap penuh kebahagiaan. Ini beberapa tips kami supaya Lebaran sederhana tetap terasa spesial:
1. Pakai Baju Lama Tapi Tetap Modis
Enggak perlu beli baju baru setiap tahun. Yang penting, baju lama masih bagus, nyaman, dan bisa dipadupadankan biar tetap stylish. Kalau memang perlu beli yang baru, pastikan itu sesuai kebutuhan, bukan cuma buat gaya-gayaan.
2. Bikin Kue Sendiri
Sekarang banyak resep kue Lebaran yang gampang banget dibuat. Ada juga trik nyusun snack jadi kue Lebaran ala-ala. Selain lebih hemat, bikin kue sendiri juga bisa jadi momen seru bareng keluarga. Tapi kalau memang lebih praktis beli, ya enggak masalah juga, yang penting enggak berlebihan.
3. Bersihkan dan Hias Rumah Secukupnya
Rumah yang bersih dan rapi lebih penting daripada dekorasi mahal. Keluarga kami biasanya bersih-bersih sebelum salat Id dan menata rumah sederhana tapi tetap nyaman buat tamu. Kadang, kesederhanaan justru bikin rumah terasa lebih hangat dan akrab.
Saya sempat bertanya kepada saudara saya, Mas Gilang, kenapa setiap Lebaran keluarga kami selalu merayakannya dengan sederhana. Dia menjawab, "Karena kita keluarga, ya tetap sederhana. Justru dengan kesederhanaan, rumah terasa lebih nyaman dan hangat." dan saya juga menanyakan hal yang sama kepada orang tua saya, dan mereka berkata, "Karena dalam kesederhanaan, Lebaran justru menjadi lebih bermakna dan penuh kebahagiaan." ujar mas gilang dan kedua orang tua saya.
Lebaran tiba tanpa gemerlap mewah,
Namun hati lapang, bahagia tak lelah.
Sederhana cukup, syukur pun merekah,
Kasih tersirat di senyum yang ramah.
Dari semua itu, aku sadar bahwa Lebaran bukan soal baju baru, makanan melimpah, atau rumah yang mewah. Tapi tentang kebersamaan, tentang hati yang lapang, tentang ketulusan memaafkan. Walaupun sederhana, Lebaran tetap bisa penuh makna dan kebahagiaan.
Bercerita +SELENGKAPNYA
Ketemu di Ramadan

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.
Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025