agus hendrawan
agus hendrawan Guru

Pendidikan, menulis, berita, video, film, photografi, sinematografi, alam, perjalanan.

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Artikel Utama

Keutamaan 10 Malam Terakhir Ramadhan

19 Maret 2025   15:24 Diperbarui: 19 Maret 2025   18:02 688
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Keutamaan 10 Malam Terakhir Ramadhan
Ilustrasi itikaf Ramadhan. (canva.com)

Pendahuluan

Ramadan selalu membawa suasana yang penuh berkah dan kebersamaan, terutama di awal bulan ketika masjid dipenuhi oleh jamaah yang bersemangat menjalankan shalat tarawih. 

Tetapi ketika memasuki 10 malam terakhir, ada fenomena menarik yang sering terjadi: jumlah jamaah semakin berkurang, hanya tersisa beberapa baris saja dibandingkan dengan malam-malam awal yang bahkan meluap sampai ke halaman masjid.

Bagi sebagian orang, justru inilah saat yang paling ditunggu. Sebab diantara malam-malam terakhir inilah tersimpan malam penuh kemuliaan, Malam Lailatul Qadar yang disebut dalam Al-Qur'an lebih baik dari seribu bulan. 

Untuk memburu malam istimewa ini, banyak jamaah yang memilih untuk beriktikaf di masjid, menghabiskan waktu dengan dzikir, membaca Al-Qur'an, dan memperbanyak doa.

Di mesjid tempat saya biasa melaksanakan tarawih, 10 malam terakhir ramadhan ditandai dengan pembacaan do'a qunut disetiap akhir shalat witir setelah shalat tarawih.

Tradisi Iktikaf di 10 Malam Terakhir

Di beberapa masjid, iktikaf menjadi tradisi rutin yang dilakukan oleh jamaah yang ingin meraih keberkahan maksimal di penghujung Ramadan. 

Mereka datang ke masjid menjelang tarawih dan tetap berada di dalamnya hingga menjelang waktu sahur. Ada yang datang sendiri, ada pula yang berkelompok bersama keluarga atau teman-teman.

Biasanya, mereka yang beriktikaf membawa perlengkapan seperti sajadah, Al-Qur'an, dan sedikit bekal untuk sahur. Beberapa masjid juga menyediakan makanan sederhana bagi jamaah yang beriktikaf, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat di antara mereka.

Selain memperbanyak ibadah, jamaah yang beriktikaf juga menikmati ketenangan masjid di malam hari. Tidak ada hiruk-pikuk dunia luar, hanya lantunan ayat suci Al-Qur'an dan doa-doa yang dipanjatkan dengan penuh harap.

Menghidupkan Malam Ganjil dengan Penuh Harapan

Malam-malam ganjil dalam 10 hari terakhir, seperti malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29, menjadi waktu yang paling diincar oleh para jamaah yang berburu Lailatul Qadar. 

Dalam hadits, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk meningkatkan ibadah pada malam-malam ini, karena tidak ada yang tahu pasti kapan Lailatul Qadar akan datang.

Beberapa jamaah tetap terjaga sepanjang malam dengan memperbanyak shalat, membaca Al-Qur'an, atau berdzikir dan tafakur atas perjalanan hidup mereka dalam keheningan. 

Momen ini menjadi waktu refleksi spiritual yang mendalam, di mana setiap orang berharap agar amal ibadahnya diterima dan diberi kesempatan untuk bertemu dengan Ramadan di tahun berikutnya.

Mempertahankan Semangat Ramadan Hingga Akhir

Meski jumlah jamaah tarawih cenderung berkurang di malam-malam terakhir, semangat untuk meraih keberkahan Ramadan sebaiknya tidak ikut luntur. 

Justru di penghujung Ramadan ini, kita diajak untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dan memanfaatkan sisa waktu yang ada dengan sebaik-baiknya.

Iktikaf di masjid pada 10 malam terakhir Ramadan mencerminkan sikap konsisten dalam menjalankan ibadah, apalagi dengan momen turunnya momen Malam Lailatul Qodar pada salah satu malamnya. Tidak terasa Ramadan akan berlalu, tetapi semangatnya harus tetap melekat dalam kehidupan sehari-hari.

Bagaimana dengan masjid di tempat Anda? Apakah juga memiliki tradisi iktikaf yang khas di 10 malam terakhir? Mari manfaatkan waktu yang tersisa di bulan suci ini dengan penuh keikhlasan dan ketulusan. Semoga kita semua mendapatkan keberkahan dan ampunan di bulan penuh rahmat ini. Aamiin.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Content Competition Selengkapnya

28 Mar 2025
SEDANG BERLANGSUNG

Suka Duka Menyiapkan Sajian Idul Fitri

blog competition  ramadan bercerita 2025  ramadan bercerita 2025 hari 26 
29 Mar 2025

MYSTERY TOPIC

Mystery Topic 7

blog competition ramadan bercerita 2025 ramadan bercerita 2025 hari 27
30 Mar 2025

Surat Cinta untuk Ramadan Tahun Depan

blog competition ramadan bercerita 2025 ramadan bercerita 2025 hari 28
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

Nunggu Bedug Makin Seru di Bukber Kompasianer

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.

Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun