Any Sukamto
Any Sukamto Penulis

Ibu rumah tangga yang berharap keberkahan hidup dalam tiap embusan napas.

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Sedekah Waktu dan Ilmu, Walau Hanya Satu Kalimat yang Bermanfaat

8 Mei 2020   07:05 Diperbarui: 8 Mei 2020   07:47 3590
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sedekah Waktu dan Ilmu, Walau Hanya Satu Kalimat yang Bermanfaat
Ilustrasi oleh Pixabay.com

"Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya." (HR. Muslim, no.2588)

Hadis di atas adalah salah satu hadis yang bisa dijadikan motivasi untuk bisa bersedekah. Dengan bersedekah tidak akan menjadikan seseorang miskin. Bahkan, akan diganti oleh Allah dengan rezeki yang jauh berlimpah dan berkah.

Hal itu sudah banyak yang membuktikan, tentunya bagi mereka yang gemar bersedekah. Berbagi dengan sesama yang lebih membutuhkan menjadikan mereka kecanduan untuk selalu memberi yang bermanfaat. Apa pun bentuk pemberiannya, siapa pun yang membutuhkan, bukan halangan bagi mereka untuk berbagi.

Ilustrasi oleh Pixabay.com
Ilustrasi oleh Pixabay.com
Hal ini bukan berarti dengan sedekah mengharap apa yang telah kita sedekahkan kembali pada diri sendiri lebih banyak.  Manfaat lain dengan bersedekah sangat banyak, antara lain :

1.Dengan sedekah yang ikhlas, maka di hari kiamat akan mendapatkan perlindungan dan naungan Arsy 

2.Merupakan obat bagi segala penyakit jasmani atau rohani
3.Melipatgandakan pahala
4.Menunjukkan keimanan seseorang
5.Menghapus dosa
6.Membersihkan dan menyucikan harta
7.Merupakan tanda ketakwaan
8.Menjadi perisai di neraka kelak
9.Pelindung di padang Mahsyar
10.Termasuk ke dalam tujuh golongan orang yang dilindungi di akhirat.

"Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. Tangan yang di atas adalah orang yang memberi dan tangan yang di bawah adalah orang yang meminta." (HR. Bukhari no.1429, Muslim no. 1033)

Ilustrasi oleh Pixabay.com
Ilustrasi oleh Pixabay.com
Hadis di atas menunjukkan bahwa memberi kepada yang lebih membutuhkan itu sangat mulia. Bukan hanya harta benda saja yang bisa kita sedekahkan, tetapi tenaga dan pikiran juga bisa kita sedekahkan, senyum pun merupakan sedekah. Ilmu yang kita miliki juga merupakan harta yang wajib kita sedekahkan. 

Masih banyak di luar sana orang berlomba dan bersusah payah mengejar ilmu. Namun, setelah terkumpul dan dimiliki, akan ke mana larinya ilmu itu kalau bukan untuk diamalkan dan disedekahkan? Sudahkah kita mengamalkan ilmu yang kita peroleh dan menyedekahkannya?

"Dunia itu untuk 4 jenis hamba. Yang pertama, hamba yang diberikan rizqi oleh Allah serta kepahaman terhadap ilmu agama. Ia bertaqwa kepada Allah dalam menggunakan hartanya dan ia gunakan untuk menyambung silaturahmi. Dan ia menyadari terdapat hak Allah pada hartanya. Maka inilah kedudukan hamba yang paling baik." (HR. Tirmidzi, no.2325 ia berkata: "Hasan Shahih")

Berdasarkan hadis di atas, harta yang digunakan untuk menyambung silaturahmi juga menjadikan kita sebagai hamba yang baik. Menyambung silaturahmi bisa juga diartikan menyambung kebahagiaan, connecting happines. Dari sinilah cara saya  bersedekah bisa dikaitkan, mengunjungi teman atau kerabat walau hanya sesaat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun