Yulianto
Yulianto Penerjemah

Menulis saja

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Agar Staminamu Terjaga di Bulan Ramadan, Lakukan Kebiasaan Ini

21 Mei 2018   14:41 Diperbarui: 21 Mei 2018   15:08 697
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Agar Staminamu Terjaga di Bulan Ramadan, Lakukan Kebiasaan Ini
Ilustrasi: picsr.com

Menjalani puasa sebulan penuh di bulan Ramadan memang tak mudah. Ada berbagai tantangan yang harus dihadapi. Selain tantangan untuk menghindari hal-hal yang membatalkan puasa, menjaga stamina selama Ramadan pun adalah suatu hal yang tak mudah.

Apalagi kewajiban berpuasa di bulan Ramadan tak membuat seorang muslim lepas dari tanggungjawab keseharian mereka, seperti bekerja atau sekolah. Oleh karena itu, menjaga stamina di bulan Ramadan agar aktifitas dapat berjalan dengan lancar mutlak diperlukan.

Meskipun menjaga stamina di bulan Ramadan bukanlah perkara yang mudah. Akan tetapi, hal itu masih tetap bisa dilakukan. Langkah pertama yang harus ditempuh tentu saja adalah mengubah kebiasaan. Agar stamina dapat terjaga selama bulan Ramadan, perlu dilakukan penyesuaian diri terhadap perubahan yang terjadi di bulan Ramadan seperti, perubahan waktu makan.

Berikut ini adalah beberapa kebiasaan yang sebaiknya dilakukan dan kebiasaan yang sebaiknya dihindari selama bulan Ramadan agar stamina dapat selalu terjaga.

Kebiasaan yang sebaiknya dilakukan.

1. Banyak minum air putih

Sebanyak 70 persen dari tubuh kita terdiri atas air. Pemenuhan kebutuhan air bagi tubuh selama Ramadan sangat diperlukan. Kekurangan cairan selama Ramadan selain dapat menyebabkan dehidrasi juga dapat menurunkan stamina secara drastis.

Setidaknya dalam sehari tubuh memerlukan 2 liter air. Oleh karena itu, sebaiknya selama Ramadan kita banyak meminum air terutama ketika sahur dan berbuka.

2. Mengonsumsi makanan berserat tinggi

Makanan dengan serat tinggi akan diserap tubuh dalam kurun waktu yang lebih lama. Hal ini membuat kita tidak cepat lapar. Hal ini membuat kita tidak gampang lelah ketika melakukan aktifitas. Makanan berserat tinggi dapat berupa sayuran segar, buah-buahan, kacang-kacangan hingga oat. 

Menu makanan berserat tinggi ini sebaiknya dimasukkan ke dalam sajian santap sahur agar kita dapat menjalankan aktifitas sehari-hari dengan tenaga yang cukup.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun