Budi Susilo
Budi Susilo Lainnya

Nulis yang ringan-ringan saja. Males mikir berat-berat.

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Tophak Ladheh, Hidangan Istimewa Resep Warisan Keluarga

7 April 2024   06:05 Diperbarui: 7 April 2024   06:10 933
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Tophak Ladheh, Hidangan Istimewa Resep Warisan Keluarga
Sepiring topak ladheh siap disantap (dokumen pribadi)

Bagaimana tidak istimewa? Hidangan eksklusif ini hanya ada di lebaran. Tidak ada yang menjualnya pula. Rasa? Tiada banding!

Kegembiraan pada hari kemenangan rasanya tidak lengkap tanpa adanya aneka kue dan hidangan.

Di kelompok camilan umumnya terdapat beragam kue kering: kastengel, nastar, putri salju, sagu keju, semprit, dan sebagainya. Jangan lupakan rengginang dan kacang bawang goreng.

Sedangkan di golongan hidangan utama terdapat, tentu saja, ketupat sebagai tokoh utama lebaran.

Potongan ketupat dilahap bersama rendang, opor ayam, semur daging, sambal goreng ati, kentang mustofa, sayur kacang panjang kuah santan, dan sebagainya. Tidak ketinggalan sambal dan kerupuk.

Di rumah-rumah tetangga dan kerabat menyajikan hidangan lebaran yang sama. Seragam. Beberapa memang menyediakan masakan sedikit berbeda, semisal sate ayam, soto, pempek, rawon.

Ragam hidangan lebaran itu sehari-hari dimasak oleh ibu-ibu. Juga biasa dijual di rumah makan.

Namun hidangan lebaran yang ada di rumah saya lain dari yang lain. Sehari-hari ia tidak dibuat. Setahu saya, tidak ada yang menjualnya di warung.

Satu jenis hidangan yang hanya dimasak menjelang lebaran. Tidak di hari biasa.

Tiap tahun keluarga saya mengolahnya. Pun di rumah kerabat yang masih meneruskan tradisi memasak resep warisan keluarga tersebut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun