cipto lelono
cipto lelono Guru

Menulis sebaiknya menjadi hobi

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Artikel Utama

Memahami Tiga Dimensi Fitrah Orang Beriman Memaknai Hari Idul Fitri

31 Maret 2025   11:55 Diperbarui: 31 Maret 2025   15:03 423
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Memahami Tiga Dimensi Fitrah Orang Beriman Memaknai Hari Idul Fitri
Suasana shalat Idul Fitri di Masjid Nurul Iman, Kuang Jukut, Desa Pringgarata, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Rabu (10/4/2024). (KOMPAS/ISMAIL ZAKARIA)

Ilustrasi orang beriman memaknai hari idul fitri. Sumber: https://www.detik.com
Ilustrasi orang beriman memaknai hari idul fitri. Sumber: https://www.detik.com

Tiga Dimensi Fitrah Orang Beriman Memaknai Hari Idul Fitri

Ketika orang beriman lulus dalam pelatihan yang dilakukan selama bulan ramadan, maka orang beriman akan mempunyai modal besar dalam menapaki perjalanan fitrahnya pada ramadan berikutnya. Sehingga orang beriman, akan lebih tepat sasaran dalam memaknai hari Idul Fitri. 

Ya, idul fitri tidak lagi dimaknai sebagai hari kemenangan, namun sudah pada etape tingkat lanjut yaitu menjadikan idul fitri sebagai momen untuk menyiapkan diri mengasah tiga dimensi fitrahnya menuju ramadan berikutnya.

Maka, bagi orang beriman yang sudah lulus pelatihan di bulan ramadan, ia sudah mempunyai modal yang memadai dalam menghadapi perjalanan hidup dengan segenap ujian dan tantangan pada sebelas bulan berikutnya. Sehingga, makin banyak ramadan yang dijalani; makin seimbang dimensi individual, sosial dan spiritualnya. Pada akhirnya resonansi ketakwaannya makin nampak baik pada dimensi indivudualnya, sosialnya maupun spiritualnya.

Lalu, apa tandanya orang beriman itu lulus dari pelatihan bulan ramadan? Ia mulai merasakan dirinya bisa rendah hati, sudah mulai mau menghargai orang lain, kadar sombongnya sudah mulai berkurang, sudah mulai berhasil mengendalikan amarah. Pendek kata, pada dimensi individualnya seseorang merasakan ada perubahan menuju kea rah yang lebih baik.

Selanjutnya dimensi sosial juga sudah mulai terbenahi. Ia sudah mulai senang membantu orang lain tanpa pamrih, senang berempati pada orang lain yang ada masalah, sudah mulai sadar untuk mengeluarkan zakat, infaq, dan sedekah (karena ia mampu), dll. Jiwa peduli terhadap sesama, sudah mulai dirasakan.

Demikian juga pada dimensi spiritualnya juga sudah mulai merasakan pentingnya ibadah-ibadah sunah dalam memperkuat ibadah yang bersifat wajib. Salat sunah sudah menjadi kebutuhan, puasa sunah sudah mulai dijalani, semangat belajar al qur'an makin meningkat. Kajian sat uke kajian lain sudah mulai dilakukan.

Ilustrasi orang yang demikian adalah orang beriman yang sudah mempunyai modal besar dalam menapaki kehidupan sebelas bulan berikutnya. Lalu, siapa yang bisa merasakan suasana peningkatan tersebut? Jawabnya adalah Gusti Alloh dan dirinya sendiri.

Sayangnya, tidak semua kita bisa lulus dalam pelatihan bulan ramadan. Bagi kita yang tidak lulus, akan mengulang lagi pelatihannya. Kita harus mengikuti "remedial training" pada bulan ramadan berikutnya. Namun, apabila kita menyadari arti pentingnya bulan ramadan dalam memperbaiki fitrah kita, walaupun harus mengulang; kita tidak boleh berputus asa. 

Pintu kemenangan masih terbuka. Tangga menuju takwa masih terbuka lebar. Hanya diperlukan kesadaran dan kemauan kuat agar dapat lulus dalam pelatihan bulan ramadan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

Nunggu Bedug Makin Seru di Bukber Kompasianer

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.

Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun