Choirunnisa
Choirunnisa Freelancer

Seorang Thinking extrovert | senang belajar | lulusan ekonomi - akuntansi | penulis buku antologi Sekotak Maaf untuk Ibu |

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Di Balik Layar Kompetisi Ramadan Bercerita 2024 Kompasiana

9 April 2024   23:15 Diperbarui: 10 April 2024   05:15 348
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Di Balik Layar Kompetisi Ramadan Bercerita 2024 Kompasiana
Sumber gambar Kompasiana.com



Di Balik Layar Kompetisi Ramadan Bercerita 2024 Kompasiana

Sebagai penutup artikel ke 50 ini di Ramadan terakhir, saya ingin berbagi kisah bagaimana perjalanan menulis selama tiga puluh hari kebelakang dalam kompetisi Ramadan Bercerita 2024 Kompasiana. 

Penuh drama dan suka cita, awal pertama tahu kompetisi ini saya biasa minta pendapat komandan di rumah. 

"Da, Amak mau ikutan ramadan bercerita nih dari Kompasiana, hadiahnya ada smart watch, dan lainnya kusebut semua" Mengawali obrolan bersama teman hidup sampai surga. 

"Ya coba aja". Jawab lelaki padang itu singkat padat hanya satu kalimat. 

Sampai lah di hari pertama kompetisi, membuat artikel dengan berbagai topik yang sudah ditentukan. 

Wah seru sekali rasanya, meskipun dalam proses menulisnya masih banyak yang hanya mengalir saja tidak banyak persiapan dengan membuat outline. Apalagi ketika artikelnya masuk ke artikel pilihan, rasanya senang sekali. 

Mengambil sisa-sisa waktu mengurus kakak yang sudah sekolah, ditambah adek yang masih dalam masa mengAsihi, mengurus rumah dengan segala printilannya, dan mengurus suami. 

Menulis sedapatnya waktu, sering menulis artikelnya ketika sedang boboin adek, pokoknya pas ada waktu luang langsung nulis aja. 

Dari awal sebenarnya sudah bilang ke suami tetapi baru beberapa hari kompetisi mulailah drama dimulai. 

Hari itu saya memang sedang mengejar target one day one juz, setelah itu mengurus rumah, masak, dan lainnya. Setelah selesai urusan rumah, langsung lah pegang HP menyendiri di kamar membuat artikel hari itu. Seperti biasa tahu bulat digoreng dadakan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun