Faqih Ma arif
Faqih Ma arif Dosen

Beijing University of Aeronautics and Astronautics | 601B号房间 | 1号楼, 外国留学生宿舍 | 北京航空航天大学 | 北京市海淀区学院路 | 37學院路, 邮编 |100083 |

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

GERD dan Durasi yang Tak Henti di Kala Ramadan

6 Mei 2020   22:54 Diperbarui: 6 Mei 2020   22:52 401
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
GERD dan Durasi yang Tak Henti di Kala Ramadan
Ilustrasi GERD | doktersehat.com

Durasi tak henti dikala Ramadan, sejak kecil hingga sekarang, berita itu selalu hadir untuk mengingatkan pemirsa televisi. Kehadirannya untuk membantu mencegah penyakit, khususnya magh, hal ini ditunjukkan untuk masyarakat Indonesia yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Sakit magh biasanya berhubungan dengan pola makan kita, penderita harus berhati-hati karena Ketika berpuasa Ramadhan, perut akan kosong dan dapat mengkonsumsi makanan hanya saat berbuka puasa hingga waktu imsyak tiba.

Iklan Sakit magh dan puasa
Seminggu yang lalu saya terkesan dengan webminar tentang "Kesehatan" yang diadakan oleh organisasi kemasyarakatan di Malaysia, secara khusus membahas dampak berpuasa bagi Kesehatan tubuh kita. Pembicara oleh dr. Agus Taufiqurrahman menyinggung berita iklan dimedia sosial dan televisi terkait dengan meningkatnya durasi iklan obat sakit magh dalam membantu mencegah penderita saat menjalankan puasa Ramadan.

Satu hal yang menarik dan beliau sampaikan adalah bahwa berpuasa Ramadan ternyata dapat mengobati bahkan menyembuhkan penyakit magh. Bersama dengan dokter dari berbagai departemen, beliau melaksanakan riset lebih dari satu tahun. Riset yang dilakukan berbentuk survey tentang jumlah kunjungan pasien pada saat kondisi puasa dan tidak berpuasa.

Fakta baru di dapatkan bahwa ternyata jumlah kunjungan pasien yang memiliki gejala sakit magh dengan variabel yang telah di kontrol menunjukkan bahwa kunjungan rumah sakit yang khusus menangani pasien dengan gejala atau penderita sakit magh justru berkurang drastis, bahkan mendekati zero.

Beliau mengambil kesimpulan bahwasanya berpuasa ternyata membantu meningkatkan imunitas tubuh, dan dapat mengobati berbagai penyakit, salah satunya adalah magh dengan bermacam variasi dan gejalanya. Memang bagi sebagian besar orang, puasa dapat memicu magh terlebih untuk mereka yang pernah memiliki gejala sakit lambung. Namun ternyata hal ini jumlahnya menurun ketika bulan Ramadan tiba.

GERD dan Puasa
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah salah satu jenis penyakit asam lambung yang disebabkan salah satunya karena melemahnya katup yang terletak pada kerongkongan bagian bawah. Gejala yang timbul pada penderita GERD saat asam lambung naik adalah rasa pahit di mulut atau asam, perih atau panas pada bagian dada, atau uluh hati.

Selain gejala tersebut di atas, dilansir dari alodokter.com, berbagai gejala yang timbul antara lain adalah Bau mulut, mual dan muntah, keluarnya isi lambung tanpa disadari, sakit tenggorokan, dan bermacam gejala yang menyertainya.

Pada saat orang berpuasa, sebenarnya tidak ada kontraindikasi antara GERD dan penderita. Justru kemudian yang berpengaruh adalah pada jenis nutrisi yang dikonsumsi oleh orang tersebut pada saat berbuka puasa. Makanan dengan kandungan lemak rendah sangat disarankan dikonsumsi,

Tips Puasa bagi Penderita GERD
Sahur merupakan salah satu rangkaian ibadah dalam puasa Ramadhan, meskipun jika melewatkan tidaklah mengapa (tidak berdosa jika tidak mengerjakannya). Namun, dengan bersahur kita akan terhindar dari dehidrasi, mudah lelah, dan salah satunya adalah kambuhnya pasien dengan gejala atau berpenyakit GERD.

Berbagai hal yang perlu dilakukan agar penyakit GERD tidak memburuk ketika berpuasa diatanranya adalah tidak melewatkan makan sahur, Berbuka puasa di awal waktu, makan dengan porsi pembuka yang tidak berat, memakan secara perlahan karena lambung kosong hampir selama 12 jam dan membutuhkan waktu untuk mencerna makanan dengan baik.

Makanan dengan gizi seimbang juga menjadi penentu Kesehatan tubuh, disamping disiplin diri sangat penting. Meskipun pada muaranya puasa itu menyehatkan tubuh, tapi bukan berarti tanpa penjagaan dan pola sehat hidup kita masing-masing. Jika kita abai akan hal ini, maka siap menanggung akibat yang diderita.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun