Raden Firkan Maulana
Raden Firkan Maulana Lainnya

Menulis untuk Kehidupan yang Lebih Baik

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Artikel Utama

Leba-Run, Tradisi Lari di Hari Lebaran

3 April 2025   12:57 Diperbarui: 3 April 2025   15:14 452
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Leba-Run, Tradisi Lari di Hari Lebaran
Lari Leba-Run di Hari Lebaran (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Selasa pagi itu, di tanggal 1 April 2025 pada hari ke-2 Lebaran 2025, sepatu lari kesayangan sudah saya letakkan di depan pintu rumah. Pakaian lari sudah saya kenakan sebelumnya. Tak lupa jam tangan (sport watch) berikut topi sudah saya pakai.

Yah, saat itu saya bersiap hendak lari. Seperti rutinitas hari-hari lainnya. Cuma sekarang ini, kegiatan lari yang saya lakukan, di hari Lebaran. Para pelari, menyebutnya Leba-Run.

Buat sebagian pelari, kegiatan lari Leba-RUN ini sudah menjadi agenda rutin tiap tahunnya. Kegiatan lari ini dilakukan dalam menyambut tibanya Hari Raya Idulfitri atau Lebaran. Umumnya, jadwal pelaksanaannya adalah di hari ke-Lebaran.

Inti kegiatan Leba-Run ini pada dasarnya adalah bersilaturahmi di antara para pelari dengan melakukan kegiatan lari bersama-sama. Silaturahmi ini biasanya terdapat pada komunitas-komunitas lari.

Namun belakangan ini, ada beberapa pihak yang secara serius mengemas kegiatan Lebaa-Run ini melalui event lari yang melibatkan lebih banyak orang. Jadi kegiatan Leba-Run ini tidak dikhususkan eksklusif bagi para komunitas lari saja.

Leba-Run Sendiri
Sejak lama saya sudah melakukan kegiatan lari di hari Lebaran. Malah kegiatan lari ini sudah saya lakukan sebelum kegiatan Leba-RUN yang mulai marak digalakkan oleh para komunitas lari.

Kegiatan Leba-Run saya biasanya dilaksanakan pada hari ke-2 Lebaran. Tapi dulu pernah juga beberapa kali saya lakukan di hari ke-1 Lebaran pada sore hari.

Namun Leba-Run seringnya saya lakukan di hari ke-2 di pagi hari. Kegiatan lari ini awaalnya jadi bahan pertanyaan para saudara yang sedang berkumpul. Tapi sekarang ini semua memakluminya, malahan jadi bahan candaan.

Dan di hari ke-2 Lebaran 2025 ini, saya pun melakukan Leba-Run. Badan ini koq terasa nggak enak kalau tidak dilarikan. Kepala terasa pening jika tidak lari.

Akhirnya, saya pun keluar rumah. Jam 6.30 saya keluar rumah. Istri saya berpesan, jangan jauh-jauh dan jangan lama-lama karena nanti bakal ada saudara jauh yang mau bersilaturahmi Lebaran.

Saya sih niat nanti lari hanya menempuh jarak paling jauh 5 km saja. Walau terbersit ingin coba jarak 14,46 kilometer (km). Kenapa 14,46 km? Karena Lebaran sekarang jatuh pada 1446 Hijriyah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

Nunggu Bedug Makin Seru di Bukber Kompasianer

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.

Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun