Sebagai seorang introvert, Saya menemukan kekuatan dan kreativitas dalam ketenangan. Menyukai waktu sendirian untuk merenung dan mengeksplorasi ide-ide baru, ia merasa nyaman di balik layar ketimbang di sorotan publik. seorang amatir penulis yang mau menyampaikan pesannya dengan cara yang tenang namun , menjembatani jarak antara pikiran dan perasaan. Salam dari saya Frans Leonardi
Tips Sehat Menggoreng Sayuran
Menggoreng Bisa Meningkatkan Kandungan Nutrisi
Salah satu fakta yang jarang diketahui adalah bahwa dalam beberapa kondisi, menggoreng bisa meningkatkan kandungan nutrisi dalam makanan, bukan malah menguranginya.
Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Food Chemistry, beberapa jenis sayuran seperti wortel, kentang, dan bayam mengalami peningkatan kadar antioksidan setelah digoreng menggunakan minyak sehat. Minyak yang digunakan berfungsi sebagai penghantar panas sekaligus membantu tubuh menyerap lebih banyak nutrisi yang larut dalam lemak, seperti vitamin A, D, E, dan K.
Sebagai contoh, wortel kaya akan beta-karoten, yang diubah menjadi vitamin A dalam tubuh. Proses pemanasan saat menggoreng dapat membantu melepaskan lebih banyak beta-karoten sehingga lebih mudah diserap tubuh. Begitu juga dengan tomat yang mengandung likopen, sebuah antioksidan yang lebih mudah diserap setelah dipanaskan.
Namun, tentu saja, tidak semua sayuran memiliki reaksi yang sama terhadap panas. Beberapa sayuran hijau, seperti bayam dan kangkung, justru kehilangan sebagian besar kandungan vitamin C-nya jika dimasak dengan suhu tinggi. Oleh karena itu, memilih jenis sayuran yang tepat untuk digoreng juga sangat penting.
Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Menggoreng Sayuran
Banyak orang menganggap menggoreng itu mudah, tetapi tanpa disadari, mereka sering melakukan kesalahan yang justru membuat makanan lebih berminyak, kurang sehat, atau bahkan berbahaya bagi kesehatan.
Salah satu kesalahan paling umum adalah menggunakan minyak yang sudah dipakai berulang kali. Minyak yang telah digunakan berkali-kali mengalami perubahan struktur kimia, sehingga menghasilkan senyawa beracun yang bisa memicu berbagai masalah kesehatan. Selain itu, minyak bekas sering mengandung sisa makanan yang dapat terbakar, menciptakan rasa yang tidak enak pada makanan baru yang digoreng.
Kesalahan lainnya adalah menggoreng dengan suhu yang tidak tepat. Jika minyak terlalu panas, makanan bisa cepat gosong di luar tetapi masih mentah di dalam. Sebaliknya, jika minyak terlalu dingin, makanan akan menyerap lebih banyak minyak, sehingga hasil akhirnya lebih berminyak dan kurang renyah.
Selain itu, banyak orang tidak menyadari bahwa jenis minyak yang digunakan juga berpengaruh besar terhadap kualitas makanan yang digoreng. Minyak dengan titik asap rendah, seperti minyak zaitun extra virgin, tidak cocok untuk menggoreng karena lebih cepat teroksidasi. Sebaliknya, minyak dengan titik asap tinggi, seperti minyak kelapa, minyak alpukat, atau minyak kanola, lebih stabil dan aman digunakan untuk menggoreng.
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah memasukkan terlalu banyak makanan ke dalam minyak panas sekaligus. Hal ini menyebabkan suhu minyak turun drastis, sehingga makanan tidak bisa matang secara merata dan justru menjadi lebih berminyak. Untuk hasil yang lebih baik, pastikan tidak menggoreng terlalu banyak bahan sekaligus.
Bercerita +SELENGKAPNYA
Ketemu di Ramadan

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.
Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025