Housewife@Germany, founder My Bag is Your Bag, co founder KOTEKA, teacher, a Tripadvisor level 6, awardee 4 awards from Ambassadress of Hungary, H.E.Wening Esthyprobo Fatandari, M.A 2017, General Consul KJRI Frankfurt, Mr. Acep Somantri 2020; Kompasianer of the year 2020.
Ngabuburit di Hutan, Berani?
Jika dipaksakan pagi hari atau sore hari, rasanya nggak jenak karena ada yang belum terselesaikan. Bukankah jalan-jalan ke hutan untuk tujuan relaksasi?

Ngabuburit di hutan seru, lho.
Bayangkan ketika sedang asyik ngobrol berempat, kaget dengan lewatnya para kawanan babi, rusa, serigala kecil atau burung? "Srrrrrrrttt ...."
Senyum pun akan mengembang ketika menemukan pohon-pohon yang menjulang tinggi atau berdiameter besar. Mereka memberikan keuntungan pada manusia terutama akan kebutuhan akan oksigen.
Pohon Buche misalnya, ia dikatakan sebagai "Sauerstoff-Fabrik." Suatu kali ketika kami sedang ngabuburit di hutan, sebuah pohon yang bisa dipeluk empat orang secara bersama-sama itu memiliki sebuah plang yang menyebutkan nama dan manfaatnya. "Buche; Dieser Baum produziert je Stunde 1,7 kg Sauerstoff. Das entspricht dem Tagesbedarf, den 3 Personnen mindestens zum Atmen benoetigen" artinya bahwa pohon Buche ini memproduksi 1,7 kg oksigen per jam. Itu sama saja dengan menghidupi 3 orang per hari. Tinggal menghitung saja kalau sehari ada 24 jam. Sudah ada 72 orang per hari yang hidup karenanya. Hitung lagi selama setahun? Ternyata pohon ini sangat penting dalam kelangsungan hidup manusia di masa sekarang dan masa mendatang.
Kompasianer mau tanam pohon di rumah? Pilihlah pohon ini.
Kami punya satu di kebun belakang. Pohon itu berada di tengah-tengah lahan dan dikelilingi oleh pohon plum, kenari, kacang Hasel, Esche dan ceri.
Senang sih, menyaksikan pohon gondrong berdaun banyak itu. Selain rendang, daerah jadi adem dan sejuk karena kandungan oksigen yang diberikannya. Hanya saja kalau tiba musim gugur. Ya ampun, daunnya jutaan. Untuk bersama-sama membersihkannya, butuh hari. Pernah sekali saya protes supaya suami menebangnya. Setelah tahu betapa bermanfaatnya pohon bagi kehidupan manusia, saya makin sayang. Jangan ditebang. Meskipun pohon menghalangi pemandangan dari teras ke gunung di seberan sana, nggak papa lah.


Demikian acara ngabuburit rutin kami di rumah. Ngabuburit di hutan. Selain sehat, ngabuburit di hutan juga asyik sekali ternyata. Kami banyak belajar tentang tumbuh-tumbuhan dan hewan yang ada di sana. Sebagai penyuka sirup Hollunder, saya begitu girang menemukan pohon dan bunganya tumbuh liar di sana. Jadi tahu bentuk asli minuman yang selalu saya konsumsi beberapa tetes sebagai pencampur air putih. Atau anak-anak yang senang bertemu anak kijang atau berlomba-lomba mengumpulkan buah pinus dan kreatif membuat lukisan wajah di tanah.