Gizi Holistik
Gizi Holistik Mahasiswa

Kumpulan Tulisan Mahasiswa Program Studi Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Gizi untuk Anak Belajar Puasa

15 April 2022   18:05 Diperbarui: 16 April 2022   03:07 381
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gizi untuk Anak Belajar Puasa
ilustrasi | theasianparent.com

Gizi (Nutrition) adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan, untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilkan energi. Oleh karena itu asupan gizi yang baik sangat penting untuk anak, untuk tumbuh dan kembangnya. 

Pada saat bulan suci ramadhan ini, sebagai orang tua mengajarkan anak untuk berpuasa memang seharusnya sejak dini, tetapi perlu dicatat untuk ibundanya, bahwa mangajarkan puasa pada anak sebaiknya secara perlahan dan tidak memaksa. Dan Sebagai orang tua nya juga kita sebaiknya turut memberikan contoh berpuasa yang baik kepada anak.

Ketika anak akan belajar puasa biasanya orang tua menganjurkan untuk anak berpuasa setengah hari karena akan sulit bagi mereka untuk puasa penuh seharian. Tetapi sebagai orang tua juga memiliki kekhawatiran akan kebutuhan nutrisi pada anak yang sedang masa pertumbuhan ini. 

Lalu seperti apa takaran atau asupan gizi yang sesuai dengan kebutuhan untuk anak ketika sahur agar mereka tetap kuat berpuasa? Disinilah pentingnya asupan gizi pada anak saat belajar berpuasa.

Waktu makan pada anak dan orang dewasa tentu berbeda. Waktu makan pada anak biasanya menggunakan pola menu makan 3 kali makan besar dan 3 kali makan kecil atau selingan. Sedangkan pada saat berpuasa, pola makan pada anak berubah menjadi 2 kali waktu makan yaitu pada saat sahur dan berbuka. 

Pada dasarnya pendoman menu untuk anak saat berpuasa sama saja dengan pendoman menu untuk sehari-hari, yaitu pendoman dengan pola makan gizi seimbang  seperti karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. 

Pergantian pola makan terutama pada saat makan sahur akan sulit bagi anak. Caranya bangun kan anak secara perlahan, lalu ajak anak untuk makan dengan suasana yang menyenangkan dan berikan menu makanan yang disukai oleh anak, jangan lupa variasikan menu makanan yang beragam serta mengandung unsur gizi yang sesuai dengan kebutuhan gizi pada anak, dan pastikan juga anak cukup akan asupan air. 

Setelah seharian berpuasa, saat waktu berbukalah yang paling ditunggu-tunggu oleh anak tetapi jangan dibiasakan mengawali berbuka dengan makan yang berat dan juga jangan memberikan makanan yang asam dan  pedas karna dapat menggangu pencernaan pada anak seperti sakit perut atau diare, awali berbuka dengan yang manis dan berigizi seperti buah kurma, kolak, jus buah. 

Makanan manis yang mengandung gula dapat mengembalikan energy pada anak yang hilang sehingga anak tidak lagi merasa lapar dan lemas. 

Setelah sholat maghrib dianjurkan makan dengan menu lengkap, dapat diperoleh digizi seimbang. Setelah isya anak diperbolehkan memakan cemilan sehat seperti buah pisang, pudding dan susu. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun